05 Desember 2017 | Denny - Redaksi | Fire Alarm

Seluruh Gedung Pemerintah dan Usaha di Kotamobagu Wajib Miliki APAR

Ilustrasi

Kesadaran dalam pencegahan bahaya kebakaran terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu, Manado, Sulawesi Utara. Salah satunya adalah dengan mewajibkan keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan alarm kebakaran di semua tempat usaha, perkantoran, badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD) serta pelaku usaha se Kota Kotamobagu.

"Kami mengamati kesadaran akan bahaya kebakaran ini memang masih kurang, sehingga Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, perlu mengeluarkan surat kewajiban tersebut melalui sekretaris daerah," kata Kepala Satpol PP, Poll Dolly Zulhadji melalui kepala bidang Pemadam kebakaran (Damkar) Erwin Sugeha.

Menurutnya, meski surat himbauan untuk menyiapkan perlengkapan pemadan kebakaran tak dikeluarkan pun, seharusnya para pemilik bangunan sudah harus mematuhi persyaratan pengamanan kebakaran karena diatur setiap pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB). Terutama bagi gedung-gedung yang bertingkat jika telah terpenuhi barulah izin diterbitkan.

Erwin menambahkan, potensi bangunan yang peruntukannya untuk tempat bahan bakar minyak (BBM) dan gas selain tabung pemadam kebakaran harus ada alarm otomatis dan sprinkler air. "Pemberlakuan ini semata-mata untuk masyarakat dan para pelaku usaha, sehingga pihak damkar Kotamobagu bantu pesan atau langsung membeli alatnya sendiri," tambahnya.

Penegasan ini tertuang dalam surat Nomor 005/Setda-KK/241/X/2017 yang dikeluarkan Sekretaris Daerah Kotamobagu, Adnan Massinae, kepada seluruh kepala dinas, badan kantor, bagian, camat, lurah, sangadi, pimpinan BUMN dan BUMD pelaku usaha se Kotamobagu.

Mereka harus menyiapkan APAR minimal berukuran 3 kg sampai 9 kg. Untuk bangunan lebih dari 1 lantai, diharuskan untuk menyediakan tabung pemadam ukuran 3 kg sampai 9 kg sprinkler dan alarm otomatis.\

"Jika tidak penuhi sanksinya mulai dari pencabutan izin dan tidak memperpanjang izin usaha. Sehingga setiap pelaku usaha se kota kotamobagu yang hendak melakukan pengurusan izin baru dan perpanjang izin wajib menyediakan ketentuan diatas disesuaikan dengan potensi bahaya kebakaran pada bangunan gedung," tegas Sekretaris Daerah Kotamobagu, Adnan Massinae.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar