04 Juli 2018 | Andri - Redaksi | Fire Alarm

Manfaat Deteksi Kebakaran Berbasis Video

Selama ini, mereka yang bertanggung jawab di pabrik dan fasilitas penting lainnya mengandalkan teknologi pendeteksi tradisional untuk deteksi asap dan kebakaran. Tapi sensor, walaupun efektif, memiliki batasannya tersendiri. Oleh karena itulah deteksi kebakaran berbasis video semakin diterima di antara kalangan pengguna.

Satu kelebihan yang dimiliki deteksi kebakaran berbasis video dibanding sensor tradisional adalah waktu deteksi yang lebih cepat. Dibantu oleh algoritma khusus, sistem ini benar-benar “melihat” asap atau kebakaran dan bukan hanya mendeteksinya ketika asap sampai ke sensor yang biasanya dipasang di langit-langit.

Direktur Pengembangan Bisnis di Fike, Rick Jeffress, menjelaskan bahwa analitik sistem ini mendeteksi keseluruhan bidang pandang kamera, biasanya dari lantai ke langit-langit. Sementara detektor lain harus dipasang di langit-langit dan harus menunggu asap sampai ke detektor. Dalam beberapa kasus, asap tidak sampai ke detektor asap konvensional karena terhalang sesuatu. Dia mengingatkan, “Titik-titik detektor konvensional meliputi area 900 kaki persegi, tapi cakupan untuk deteksi gambar-video adalah 7800 kaki persegi dengan menggunakan desain berbasis performa.”

Sementara itu Sören Wittmann, Manajer Produk untuk Detektor Khusus di Bosch Security Systems, mengatakan, “Video menjadi tren dalam deteksi kebakaran karena hal ini dapat membantu menutup celah di mana standar yang ada saat ini memiliki titik buta karena kurangnya teknologi yang memadai. Hal ini terutama terbukti ketika deteksi kebakaran membutuhkan waktu terlalu lama, misalnya karena langit-langit yang tinggi.”

Dia juga menambahkan bahwa deteksi kebakaran berbasis video dapat mendeteksi asap dan api dalam ruang lingkup area yang dimonitor dalam hitungan detik, tidak peduli tingginya langit-langit. Berkat deteksi optikalnya, deteksi kebakaran berbasis video tidak perlu menunggu sampai asap atau panas tiba di tempat detektornya terpasang seperti yang terjadi pada kasus-kasus deteksi kebakaran klasik.

Manfaat lain deteksi kebakaran berbasis video adalah pemasangan dan perawatan yang mudah, yang dapat memfasilitasi instalatur dan teknisi saat melakukan pekerjaan mereka. Kamera deteksi berbasis video mudah dipasang di dinding atau perimeter suatu gedung, dan perawatan tahunannya dilakukan secara software dan bukan disimulasi di masing-masing kamera.

“Banyak yang memilih deteksi kebakaran berbasis video untuk area-area berbahaya karena perawatannya dilakukan menggunakan
software, sehingga tidak perlu memeriksa ruangan yang dipasangi detektor. Sistem setup-nya kadang dilakukan oleh teknisi pabrik dari jarak jauh dengan screen sharing untuk memastikan konfigurasi, otorisasi, dan serahterima yang cepat dan mulus,” kata Jeffress.

Selain itu, deteksi kebakaran berbasis video lebih tahan terhadap polutan atau zat-zat perusak lainnya di area-area penting. “Berbeda dengan teknologi deteksi asap yang sudah ada, deteksi kebakaran berbasis video tahan terhadap debu dan kelembapan, yang merupakan sebuah kombinasi yang membuat teknologi standar menjadi sangat cepat kotor,” kata Wittmann.

Karena teknologinya, deteksi kebakaran berbasis video lebih dipilih untuk bangunan-bangunan dengan ruang-ruang terbuka yang lebar. “Solusi kami cocok untuk melindungi lingkungan berbahaya atau objek bernilai tinggi, misalnya kilang minyak, pembangkit listrik, dan hanggar bandara,” kata Peter Jen, Presiden GKB Security. Lebih lanjut Peter Jen menambahkan, “Kami punya lebih dari ratusan kasus sukses selama sepuluh tahun terakhir, termasuk Farmosa Plastics dan bandara-bandara di Australia. Tempat-tempat ini berhasil mendeteksi api melalui deteksi berbasis video, yang mencegah jatuhnya banyak korban akibat bencana kebakaran."

Sumber : Majalah Indo Security System Vol.4 Edisi Februari-Maret 2017, Hal 70-71.

Sumber Artikel

Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar