10 Juli 2018 | Andri - Redaksi | Fire Alarm

Hindari Kebakaran dengan Detektor dan Latihan Kebakaran

Detektor kebakaran berguna untuk mendeteksi keberadaan api secara dini dan meminimalisasi hadirnya alarm palsu. Detektor kebakaran bisa ‘mencium’ keberadaan empat jenis awal mula api, mulai dari panas yang berlebihan, asap, kebocoran gas, dan juga radiasi ultraviolet. Setelah terdeteksi, detektor akan memicu alarm untuk mengirimkan sinyal bahaya sesuai empat jenis awal api tersebut.

Di pasaran terdapat beberapa detektor sesuai kegunaannya. Yang paling banyak ditemui adalah detektor asap, kemudian diikuti detektor panas, detektor gas CO,
dan detektor api itu sendiri. 

Panduan Keamanan Alarm Asap

Satu menit atau kurang ... hanya itu waktu yang dimiliki untuk menyelamatkan diri dari kebakaran di rumah. Alarm asap dapat menggandakan kesempatan lolos dari maut. Detektor asap di rumah telah mengurangi korban kebakaran sampai separuhnya sejak dipasarkan di awal 1970-an.

Di Amerika Serikat, kebakaran membunuh 3.000 orang setahunnya, empat puluh persen di antaranya terjadi di rumah-rumah yang tidak memiliki alarm asap yang berfungsi dengan baik. Karena itu, segeralah pasang satu alarm asap atau sebanyak yang dibutuhkan, dan jangan dimatikan ketika memasak.

Patut diingat bahwa sebagian besar kematian akibat kebakaran terjadi akibat penghirupan asap, dan bukan karena terbakar. Rute pelarian bisa terhadang asap tebal yang berbahaya, dan bukan kobaran api. Detektor asap membuat kita bereaksi lebih cepat sehingga menghindari penghirupan asap yang berbahaya. Begitu alarm berbunyi, keluar dari rumah dan tetaplah berada di luar.

Alarm asap juga dapat memberikan sinyal dalam bentuk lampu yang berkelip-kelip bagi mereka yang tunarungu. Tersedia juga alarm yang memicu getaran di bawah bantal tidur.

Pentingnya Latihan

Rencanakan rute pelarian dan tentukan tempat bertemu pasca-kebakaran, lalu berlatihlah seolah benar-benar terjadi kebakaran. Jika memungkinkan, cari dua cara untuk keluar dari setiap ruangan, bahkan jika itu berarti keluar dari jendela. Pastikan semua orang di rumah paham dan dapat berlari di rute pelarian tersebut. Latihannya harus termasuk tempat bertemu pasca-kebakaran di luar.

• Lakukan latihan di waktu-waktu yang menyulitkan: tengah malam, saat cuaca sangat dingin, dan sebagainya, begitu juga dalam situasi yang lebih ideal.
• Sesuaikan rencana ketika dibutuhkan. Siapa yang mungkin akan tetap tertidur ketika alarm berbunyi? Hal ini harus dipikirkan baik-baik. Pastikan bahwa
rencana pelarian berfungsi untuk penghuni difabel, anak kecil, dan hewan peliharaan.
• Miliki tangga lipat, siapa tahu harus keluar dari jendela atas.

Perawatan

• Setiap bulan (atau setidak-tidaknya setiap 6 bulan), bersihkan debu dari alarm dan tekan tombol pengujinya.
• Jangan mengecat alarmnya.
• Ganti baterainya secara berkala. Untuk memudahkan, samakan saja jadwalnya dengan penggantian baterai jam dinding di rumah.

 

Sumber : Majalah Indo Security System Vol.1 Edisi Juni-Agustus 2016, Hal 76-77.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar