22 Maret 2019 | Andri - Redaksi | Fire Alarm

Bulan April, Undang-undang Detektor Asap Baru Mulai Berlaku di New York

Mulai 1 April ini, negara bagian New York mulai memberlakukan undang-undang barunya yang melarang penjualan detektor asap berbaterai bisa dilepas dan diganti. Jadi, semua pendeteksi asap yang dijual harus ditenagai oleh baterai berdaya tahan 10 tahun yang disegel dan tidak dapat dilepas untuk dipasang di rumah maupun apartemen.

Detektor asap dengan baterai yang dapat dilepas dan diganti dinilai sangat berbahaya karena baterainya cepat habis yang terkadang orang lupa untuk mengganti baterai yang baru sehingga saat dibutuhkan, detektor tersebut tidak aktif karena baterainya habis. Ini tentunya membahayakan pemilik rumah karena tidak mengetahui bahwa rumahnya sedang terjadi kebakaran di saat mereka tidur. 


Untuk itu, undang-undang ini diberlakukan untuk mengurangi jumlah orang yang terluka dan terbunuh dalam kebakaran. Di mana menurut Kepala Pemadam Kebakaran Syaracuse, Michael Monds, perundang-undangan ini sangat bagus untuk warga. "Setelah Anda memasang detektor asap 10 tahun ini, maka ini akan berada di sana selama 10 tahun. Jadi ketika penghuni tidur, perangkat ini selalu siap bekerja," ujar Monds.

Lalu disampaikan Asosiasi Perlindungan Kebakaran Nasional, sepanjang tahun 2012 hingga 2016 telah lebih dari setengah kebakaran mematikan di Amerika Serikat terjadi di rumah-rumah yang tidak memiliki alarm atau detektor asap yang tidak berfungsi. "Banyak rumah memiliki detektor dengan kondisi baterai habis atau tidak berfungsi."

Bahkan belum lama ini, Departemen Pemadam Kebakaran Syracuse mencatatkan kebakaran yang memakan korban seorang pria karena di rumahnya tidak dilengkapi alarm. Petugas pemadam kebakaran yang bertempur melawan api menemukan James D. Sauta pada Senin tak sadarkan diri di lantai dua rumahnya di Shuart Avenue. Pria berusia 58 ini, meninggal karena luka-lukanya.

"Detektor asap adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan seseorang dari kebakaran, salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk keluarga Anda," kata Monds.

Warga New York tidak perlu terburu-buru ke toko bulan depan untuk membeli detektor baru. Berdasarkan undang-undang, penjualan alarm asap dengan baterai yang dapat dilepas masih diperbolehkan untuk menghabiskan stok barang mereka. Sebenarnya, undang-undang ini telah diadopsi di tahun 2016, namun lebih dulu diberikan waktu pada reseller selama tiga tahun ini untuk melakukan penjualan.

Lebih lanjut disarankan, agar semua orang untuk menguji detektor asap mereka setidaknya dua kali setahun untuk memastikan fungsional dari perangkat keamanan ini. Monds pun menyebutkan, pihaknya telah memberikan lebih dari 2.300 detektor asap selama beberapa tahun terakhir ini. Bagi  penduduknya yang tidak mampu membeli alarm ini dapat meminta darinya.

Bila diperhatikan perbandingan harga, memang detektor asap 10 tahun dibandrol lebih mahal dari detektor berbaterai biasa. Harga yang dipasang sekitar US$ 16 hingga US$ 21 untuk satu detektor, sedangkan detektor biasa hanya dibandrol US$ 5 per unitnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar