Begini Prosedur Uji Produk Detektor Kebakaran Bosch

Laboratorium uji coba detektor kebakaran Bosch

Sebagai perangkat yang memiliki peranan penting untuk mencegah terjadinya kebakaran di suatu bangunan, detektor kebakaran tentu harus memiliki serangkaian uji coba yang sangat ketat sebelum dirilis ke pasaran.

Bosch pun memiliki komitmen terhadap produk mereka 100 persen dapat berfungsi dengan baik. Pasalnya, setiap detektor kebakaran harus melewati serangkaian tes, bahkan seringkali tesnya di luar kemampuan alat tersebut.

Untuk urusan uji coba, Bosch memiliki laboratorium uji coba yang terletak di kota Munich, Jerman. Lab tersebut diisi oleh para pegawai yang profesional dalam membuat kebakaran, agar setiap sistem pendeteksi kebakaran dapat bekerja sempurna.

Tim ini memastikan setiap tes kebakaran yang diberikan sesuai dengan standar internasional EN54 dan UL268. Langkah tersebut sangat penting agar disetujui oleh institusi pengujian Jerman yaitu VdS Schadenverhütung GmbH.

Pengujian yang dilakukan meliputi bagaimana performa detektor terhadap kebakaran di dalam kondisi yang berbeda-beda. TF4 atau Test Fire 4 adalah salah satu uji standar yang dilakukan dengan membakar pelat polyurethane plate di dalam ruangan khusus. Setelah benda tadi disulut api, seketika menyebabkan nyala api yang besar dan asap yang tebal.

Seluruh proses tadi diobservasi dari ruang kontrol di mana seluruh teknisi memantau dari layar dan memeriksa waktu yang dibutuhkan untuk seberapa detektor kebakaran tersebut bereaksi terhadap asap dan api.

"Kami dapat memeriksa produk di dalam laboratorium pengujian milik sendiri sebelum sertifikasi resmi untuk memastikan bahwa detektor kebakaran tersebut lulus uji dengan sukses dan tidak kehilangan waktu untuk segera diluncurkan ke pasaran," ujar Robert Rett, salah satu personil penguji di Bosch Sicherheitssysteme GmbH.

Selain itu, pada lab ini kerap dilakukan uji yang bahkan melebih dari spesifikasi produk detektor kebakaran tersebut. Hal ini sebenarnya memang tidak wajib, namun penting untuk mengetahui keandalan tertinggi dari masing-masing produk.

Tes pada tahap ini juga untuk memastikan bahwa sistem deteksi kebakaran sangat tahan terhadap berbagai macam variabel yang dapat memicu alarm atau mereka dapat membedakannya dari api sungguhan, seperti asap rokok atau uap air dari proses memasak.

Di samping memastikan bahwa setiap detektor kebakaran dapat beroperasi sebagaimana mestinya, tim penguji juga memberikan tes terhadap emisi dan ketahanan produk di dalam laboratorium EMC (Electromagnetic Compatibility). Beberapa detektor diperiksa untuk beberapa tipe emisi seperti radiasi, dan perangkat harus terbukti tidak mengalami fluktuasi tegangan listrik.

Pada laboratorium ketiga, yaitu Lab Sensor, terdapat sebuah terowongan asap. Di fasilitas ini, tim uji dapat memeriksa sensitivitas detektor terhadap beberapa kerusakan seperti korosi. Hal ini dilakukan agar konsumen mendapat sebuah detektor kebakaran yang cerdas demi perlindungan superior.

Leave a Comment


Send Comment