17 Februari 2017 | Reza - Redaksi | Intrusion System
Fitur Spesial

Detektor PIR, Perangkat Keamanan Ramah Hewan

Ragam Varian Detektor PIR

Sistem keamanan tidak hanya CCTV semata. Ada  banyak  perangkat lain yang mendukung CCTV untuk menjadikan sistem keamanan dapat bekerja optimal dan memberikan  rasa  aman  secara  menyeluruh. Salah   satunya   adalah   alarm   intrusi, sebuah perangkat yang mendeteksi pelanggaran perimeter yang telah ditetapkan dan memberi peringatan ketika hal itu terjadi.

Alarm intrusi sudah umum digunakan di negara-negara Barat, tapi tidak demikian halnya di Indonesia. Banyaknya alarm palsu (false alarm) dianggap sebagai alasan utama keengganan masyarakat Indonesia dalam menggunakan alarm intrusi. Ada beberapa alasan yang menyebabkan tingginya alarm palsu, misalnya penempatan alarm di tempat yang kurang tepat, pemilihan sensor yang tidak sesuai, dan kualitas sensor yang rendah.

Sensor yang paling umum digunakan adalah sensor Passive Infrared (PIR), yaitu sensor elektronik yang mengukur radiasi sinar infra merah dari suatu objek dalam jangkauan area tertentu. Karena menggunakan sinar infra merah, PIR dapat bekerja di tempat tanpa atau minim cahaya.

Pemilihan sensor berkualitas baik sangat penting, terutama untuk rumah yang memiliki hewan peliharaan. Banyak pemilik rumah yang memiliki hewan peliharaan menganggap pemasangan alarm intrusi di rumah mereka adalah sesuatu yang tidak mungkin karena alarm akan terus-menerus terpicu oleh hewan peliharaan mereka sendiri.

Tapi masalah ini bisa diatasi dengan detektor PIR Pet-Friendly, atau yang oleh beberapa produsen disebut dengan PIR Pet-Tolerant atau PIR Pet-Immunity. Detektor PIR Pet-Friendly dapat membedakan antara sinyal yang disebabkan oleh manusia dan sinyal yang dihasilkan hewan peliharaan berdasarkan ukuran dan bentuk. Masing-masing detektor PIR Pet-Friendly memiliki spesifikasi tertentu mengenai berat maksimal hewan peliharaan yang bisa ditoleransi.

Umumnya detektor mengabaikan sinyal yang disebabkan oleh satu atau dua ekor hewan peliharaan dengan berat sampai 20kg atau sekumpulan hewan pengerat. Bagi yang memiliki hewan peliharaan besar, seperti anjing berukuran besar, atau beberapa hewan kecil, seperti kucing, beberapa detektor PIR Pet-Friendly ada yang dapat menoleransi berat sampai 36kg.

Hewan peliharaan yang umumnya berbulu juga akan membedakan sinyal yang diterima detektor PIR Pet-Friendly. Perbedaan karakteristik anggota tubuh manusia dengan hewan peliharaan juga akan menghasilkan sinyal yang berbeda. Tapi hal yang paling mudah dibedakan adalah sensor coverage untuk tinggi badan karena umumnya manusia lebih tinggi dibanding hewan peliharaan

Walaupun tidak seratus persen menjamin, detektor PIR Pet-Friendly jelas mengurangi alarm palsu yang disebabkan hewan peliharaan. Dan jika hewan peliharaan dijadikan alasan untuk tidak memasang alarm intrusi di rumah, hal ini tentu akan merugikan karena keberadaan alarm dapat memperkuat pertahanan rumah terhadap kejahatan.

 

 

Sumber : Majalah Indo Security System Vol. 3 Edisi Desember 2016 - Januari 2017

 



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar