24 Juni 2017 | Reza - Redaksi | Intrusion System

3 Mahasiswa UNM Temukan Alarm Pendeteksi Pelanggar Lalu Lintas

Ilustrasi Pelanggaran Zebra Cross

Dalam konsep smart city (Kota Pintar), pemerintah Kota dituntut harus bisa menyediakan sistem pengaturan lalu lintas yang bisa dikendalikan secara real-time. Zesar (Zebra Cross Alarm) karya tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) diyakini mampu memberikan jawaban.

Baru-baru ini, ketua tim, Muh Isman Ismail Ntonga bersama dua anggotanya, Indah Permata Suryaningsih dan Risky Wijaya telah berhasil menemukan alat yang mampu mengontrol para pelanggar lalu lintas. Adapun prinsip kerja dari alat ini yaitu apabila ada pengendara motor ataupun mobil yang melewati batas berhenti zebra cross maka sensor akan mendeteksi pelanggaran dan alat ini akan mengeluarkan suara alarm hingga pengendara yang melakukan pelanggaran mundur ke belakang garis batas.

Tidak hanya sebagai alarm pendeteksi pelanggaran alat ini juga akan mengambil gambar para pelanggar dan mengirimnya ke server yang telah dibuat. "Melihat kondisi yang ada di lapangan, banyak pejalan kaki telah dirampas, melihat kondisi ini maka muncul sebuah ide untuk membuat alat yang mampu mengatasi masalah tersebut,” tutur Isman.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pencapaian ini baru tahap awal, kedepannya alat ini akan dikembangkan sehingga mampu mendeteksi data dari pengendara yang melakukan pelanggaran sehingga bisa digunakan untuk kepentingan pihak berwajib.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar