24 Juni 2019 | Andri - Redaksi | Intrusion System

Berbagai Metode Deteksi Gerakan yang Perlu Diketahui

Dalam sistem keamanan, pendeteksi gerakan menjadi salah satu perangkat penting untuk mengamankan properti maupun aset yang ada. Berbagai teknologi pendeteksi gerakan inipun tersedia dalam berbagai model dan jenis. Untuk dapat menentukan pendeteksi yang tepat untuk digunakan sangat bergantung pada kebutuhan dari si pengguna sesuai skenario yang diinginkan.

Axis Communications dalam sebuah postingan di blog-nya, merangkum berbagai jenis dan teknologi deteksi gerakan, serta kelebihan dan kekurangannya yang dapat menjadi rujukan bagi pengguna dalam menerapkan deteksi gerakan. Berikut ini keterangan yang disampaikannya:

Sensor PIR

Menurut postingan, sensor inframerah pasif (PIR) menangkap signature panas dari objek yang terdeteksi dalam jangkauan sensornya. Kelemahannya ini tidak memiliki jangkauan yang luas dan dapat dipicu oleh objek seperti jaring laba-laba dan daun, sehingga menimbulkan alarm palsu.

Namun, sensor PIR memiliki keunggulan lainnya. "Mereka bekerja dengan baik di area indoor yang lebih kecil dan mendeteksi gerakan tidak berdasarkan penglihatan yang terkadang menjadi masalah yang dihadapi oleh deteksi gerakan video. Perangkat ini dapat digunakan dalam sistem keamanan untuk waktu yang lama dan harganya juga terjangkau.  
 
Video Motion Detection (VMD)

Video deteksi gerakan menggabungkan gambar ditangkap oleh kamera keamanan dengan perangkat lunak yang dapat menganalis gambar saat diambil. Metode deteksi gerakan ini sangat bergantung pada dua komponen utama, yaitu kualitas gambar dari kamera dan kualitas perangkat lunak analitik yang digunakan.

"Kamera menjadi buta jika tidak ada cukup cahaya dan dimungkinkan akan menyilaukannya jika terlalu banyak terpapar cahaya. Sisi baiknya, video adalah solusi keamanan yang diterapkan secara luas dengan menambahkan lapisan analitik memberikan solusi yang cukup hemat biaya," kata postingan tersebut.

Kamera Termal

Dalam postingan disebutkan, kamera termal bukanlah kamera sesungguhnya karena mereka tidak menangkap cahaya tampak. Sederhananya, mereka adalah sensor yang membuat gambar berdasarkan perbedaan suhu antara objek pada bidang pandang kamera.

"Mereka memiliki jangkauan yang sangat baik, bahkan dapat menangkap signature panas di kondisi berasap dan berkabut. Ini mengatasi masalah yang ada pada kamera cahaya tampak, seperti bayangan, kegelapan, backlight dan objek yang disamarkan. Mereka juga bekerja dengan analitik video dan sangat efektif bila digunakan bersama dengan kamera cahaya tampak."

Radar
 
Radar bekerja dengan mentransmisikan gelombang radio dan menerima gelombang yang sama dipantulkan objek dalam bidang deteksi, dan dapat menghitung jarak, kecepatan dan ukuran objek dalam kaitannya dengan detektor.

Manfaat menggunakan radar, adalah gelombang radio mereka tidak terhalang oleh benda-benda tidak penting seperti jaring laba-laba, dedaunan dan asap sehingga memungkinkan perangkat radar untuk fokus pada benda-benda penting. "Selain itu, ia dapat mendeteksi gerakan di area yang jauh lebih luas daripada kamera termal bahkan jika itu dilakukan pada jarak yang lebih pendek. Radar hadir dengan harga jauh lebih murah di bawah kamera termal dan tidak jauh lebih mahal dari sensor PIR."

Pastinya, setiap instalasi akan menghadapi tantangan tersendiri, baik itu kendala anggaran atau kondisi lainnya. Namun akhirnya, pengguna harus memilih teknologi tergantung pada skenario dan anggaran yang tersedia, dan seberapa baik teknologi tersebut cocok dengan sistem pengguna yang ada.  "Sistem keamanan yang paling efektif ketika terdiri dari beberapa komponen terbaik yang bekerja bersama secara mulus. Jadi, sebelum memutuskan komponen baru untuk sistem Anda, tanyakan pada diri sendiri bagaimana itu akan masuk ke dalam jaringan Anda yang ada dan apakah ini akan bekerja dengan komponen yang mungkin ingin Anda tambahkan di masa depan."



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar