31 Maret 2016 | Sukron - Redaksi | News

Teknologi Pengenal Wajah Diperdebatkan Para Pejabat di Eropa

Teror berdarah yang menyerang Brussel baru-baru ini membawa perdebatan di dalam dunia keamanan. Teknologi seperti alat pengenal wajah, alat pendeteksi senjata dan kamera yang canggih yang bisa mendeteksi orang yang gugup mungkin beberapa solusi masalah ini, tapi pertanyaannya adalah apakah masyarakat akan menerima sistem tersebut?

Para pejabat Eropa masih berkutat dengan masalah ini, mencoba untuk menemukan solusi masalah terorisme tanpa mengganggu  privasi masyarakatnya.  Para ahli mengatakan bahwa teknologi canggih pun ternyata bukan jawaban dari masalah ini, di sisi lain teknologi seperti alat pengenal wajah dapat membantu mengenali tersangka.

Menurut laporan dari The Star, ahli keamanan dan akademi Pierluigi Paganini mengatakan bahwa alat pengenal wajah bisa saja sudah bekerja dengan baik dan petugas keamanan telah diingatkan bahwa ada orang yang membawa bom. "Teknologi ini memang belum sepenuhnya efektif, tapi bagaimanapun memasang beberapa kamera terutama di bandara dan zona transit itu sangat penting" katanya .

Laporan itu juga mengutip kata-kata dari Paul Murphy dari IndigoVision yang mengatakan bahwa sistem keamanan seperti itu membutuhkan 2.000 kamera dan server komputer yang mumpuni. Seperti yang ada di Ben Gurion International di Israel dan bandara di Amerika Selatan.

Paul juga memperingatkan bahwa teknologi belum seefisien manusia. Alat pengenal wajah bisa dikelabuhi dengan memakai topeng, karena sebuah laporan mengungkapkan salah satu pembom brussel mengenakan topi.

Tidak diragukan lagi bahwa teknologi biometrik seperti alat pengenal wajah akan membantu petugas. Pertanyaannya adalah seberapa terbuka orang di bawah sistem pengawasan seperti ini.

Sebuah laporan terbaru dari ABI dalam penelitianya mengatakan bahwa pasar biometrik global akan tumbuh 118 persen dari tahun 2015 sebesar US$30 miliar hingga tahun 2021. Kebutuhan yang tinggi akan masalah identifikasi baik di Timur-Tengah dan Eropa adalah beberapa penyebab utama peningkatan ini.

Jika diterapkan dengan benar, teknologi akan memiliki dampak yang signifikan untuk mengurangi personel keamanan. Tapi pada akhirnya dikembalikan lagi kepada pemerintah dan masyarakat seberapa jauh mereka akan berkompromi pada masalah privasi untuk meningkatkan keamanan.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar