11 April 2016 | Sukron - Redaksi | News

Sistem Keamanan Berbasis Cloud Diklaim Tak Cocok untuk Pelaku UKM

Teknologi cloud dan Video Surveillance as a service (Vsaas) sepertinya merupakan pilihan yang tepat untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). VsaaS menjajikan TCO yang rendah dan bisa disesuaikan tergantung kebutuhan. Memang, pembatasan bandwith membuatnya hanya cocok untuk perumahan saja untuk saat ini.

"Banyak pelanggan dari UKM tidak menggunakan penyimpanan berbasis cloud, karena relatif lebih mahal daripada penyimpanan lokal. Pelanggan memilih 'local storage, remote access' yang mana video hanya disimpan di tempat, tapi dapat diakses secara remote,” kata Jumbi Edulbehram, Presiden Regional Oncam Amerika.

Dengan harga 'local storage' yang pas dan pembatasan bandwith dengan harga yang lebih mahal jika menggunakan penyimpanan cloud, 'local storage' banyak digunakan oleh mayoritas pelaku UKM. "Remote access itu penting dan memang cloud adalah penyimpanan yang sangat baik untuk multi-site management, namun semua pelaku bisnis sudah merasa segan dengan 'local storage' selama sistem tersebut dapat di akses,” kata Alex Asnovich, Direktur Marketing Hikvision USA untuk Amerika Utara.

“Untuk usaha menengah, penyimpanan data pada cloud mulai jadi pertimbangan dan masalah bandwith yang  mengakibatkan performa kurang bagus menjadi kendala besar yang dihadapi. Bisnis menengah ingin memperbarui sistem mereka ke sistem IP dan HD untuk mendorong efisiensi,” kata Brian Song, Direktur Marketing IDIS untuk Eropa.

Pembatasan bandwith membuat streaming video dan cloud storage tidak praktis. Banyak pelaku UKM tidak membutuhkan bandwith untuk streaming video dengan high definition. "Streaming video pada cloud dapat mengganggu aplikasi yang terhubung ke internet lainya, seperti transaksi kartu kredit," tambah Brandon Reich, Direktur Senior bidang Surveillance Solution Pivot3.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar