11 Mei 2016 | Desy - Redaksi | News

Investasi Teknologi Analytic Tumbuh Beriringan Dengan Meningkatnya IoT

Menurut studi Schneider Electric, manajer fasilitas semakin menyesuaikan strategi perawatan gedung mereka sebagai respons Internet of Things (IoT), 60 persen profesional memprediksi IoT akan berdampak pada gedung mereka dan kebijakan perawatan. Dalam Studi tercacat, 65 persen responden berencana meningkatkan investasi dalam biaya kapital pada 2016, termasuk teknologi gedung canggih yang mengelola dan mengumpulkan informasi dari kumpulan data baru.

Sementara responden mengindikasikan bahwa IoT mengendalikan bisnis mereka, tantangannya hadir dalam mengambil keuntungan penuh dari pembangunan data. Tujuh puluh persen manajer fasilitas melaporkan bahwa staf manajemen gadung mereka sangat terlatih dalam analisis data, tapi hanya 27% menggunakan solusi analitik dari data untuk manajemen gedung. Penghalang kunci untuk hal ini termasuk tingkat investasi yang dibutuhkan (39% melaporkannya sebagai kekhawatiran utama) dan kurangnya sumber daya internal yang tersedia untuk menafsirkan data menjadi hasil yang dapat ditindaklanjuti (31% melaporkannya sebagai kekhawatiran utama).

Faktor lain yang mempengaruhi pergeseran ke arah teknologi gedung baru ini adalah bahwa hanya 26% manajer fasilitas merasa informasi gedung yang tersedia sangat memadai untuk rencana perawatan fasilitas. Mayoritas responden mengatakan ada ruang untuk perbaikan dalam area ini, dan hanya 15% melaporkan mereka menggunakan alat perawatan prediktif untuk secara proaktif memperhitungkan dan menargetkan perawatan perlengkapan.

“Pertumbuhan besar data, informasi, dan peralatan dalam perusahaan saat ini secara dramatis mempengaruhi ekspektasi gedung dan hubungan kita dengan mereka. Para profesional fasilitas harus dapat memvisualisasikan dengan lebih baik apa yang terjadi dalam jejak mereka dan membuat keputusan yang benar untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi. Lebih dari setengah manajer fasilitas masih reaktif saat berhubungan dengan perawatan sistem gedung, yang dapat berdampak besar pada kenyamanan penghuni dan mengurangi kehidupan di dalam gedung itu sendiri,” jelas Direktur Layanan Lapangan Schneider Electric, Brett Whelless.

Wheless mengatakan perusahaannya sedang mengawasi perubahan sikap di antara para profesional fasilitas yang mendorong mereka untuk berpikir secara berbeda mengenai cara mereka mengumpulkan dan mengasimilasi data yang membangun. “Kami melihat para manajer fasilitas lebih siap dari sebelumnya untuk berinvestasi pada teknologi gedung canggih karena tingkat ketertarikan yang tinggi dan anggaran operasional yang meningkat,” tambahnya. Kesempatan besar hadir untuk memperoleh hasil dari data penting yang membuat para manajer fasilitas dapat mengoptimalkan gedung mereka untuk bekerja pada level efisiensi paling tinggi,” pungkasnya.

 



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar