15 Juni 2016 | Sukron - Redaksi | News

Teror Penembakan Orlando Pengaruhi Saham Perusahaan G4S

Saham salah satu perusahaan keamanan terbesar di dunia G4S dikabarkan anjlok sebesar 5 persen pada hari Senin ke level terendah dalam tujuh tahun terakhir karena dikabarkan bahwa tersangka pelaku penembakan masal di Orlando adalah karyawan perusahaan tersebut. 

Kejatuhan saham perusahaan tersebut dimulai setelah mereka berusaha menyediakan orang-orang yang cukup memenuhi syarat untuk mengamankan Olimpiade London 2012 dan sebelumnya dikabarkan bahwa petugas security perusahaan tersebut tertidur saat menjaga PLTN Amerika.

G4S mempekerjakan lebih dari 600 ribu karyawan yang tersebar di seluruh dunia. Perusahaan yang berbasis di London, yang juga memiliki anak perusahaan di Jupiter, Amerika tersebut mengatakan bahwa saat dilakukan background check pada tahun 2013 mereka tidak menemukan sebuah “temuan” tentang profil Omar Mateen (tersangka penembakan Orlando).

“Ini adalah posisi yang sulit, tidak ada pertanyaan tentang hal itu,” ujar K.C. Poulin pejabat asosiasi perusahaan keamanan Florida dimana G4S termasuk anggota didalamnya. “Pada kenyataanya, dia memiliki sejarah 10 tahun sebagai petugas keamanan termasuk petugas keamanan gedung pengadilan. Fakta bahwa FBI telah memeriksa dia dua kali adalah fakta yang sulit untuk memutuskan, karena karyawan juga memiliki hak.”

“Mateen, 29, tidak memiliki catatan kriminal, lulus uji tes kesehatan dan kejiwaan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai petugas keamanan, secara legal membeli senjata dari pedangang yang memiliki izin dan mematuhi waktu tunggu tiga hari.” ujar menteri pertanian Florida, Adam Putnam, pada Senin.

G4S mengatakan mempekerjakan Mateen disebuah perumahan, PGA Villange dan dia sedang tidak bertugas pada saat kejadian penembakan tersebut.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar