21 Juni 2016 | Desy - Redaksi | News
Teknologi pendeteksi tembakan dan ledakan ini dapat diintegrasikan ke kamera pengawas video kampus dan mengirimkan video langsung kepada petugas dalam dua detik.

Kampus di Amerika Ini Pasang Alat Pendeteksi Tembakan

Universitas Connecticut memasang sistem keamanan baru yang berpusat pada teknologi yang dapat mendeteksi tembakan atau ledakan. Ini dilakukan setelah banyaknya tragedi penembakan massal yang kerap memakan korban jiwa.

Teknologi ini dapat diintegrasikan ke semua kamera pengawas video di kampus. Begitu sebuah tembakan atau ledakan terdeteksi, polisi kampus akan secara otomatis mendapat notifikasi dari sistem (tidak memerlukan seseorang yang menelepon polisi).

Lokasi si penembak akan dikirimkan ke polisi dan begitu juga dengan feed videonya ke komputer atau smart phone petugas untuk membantu pihak berwenang lebih memahami situasi yang terjadi sehingga dapat memberikan respons yang tepat. Teknologi ini dapat mendeteksi tembakan atau ledakan sampai jarak 250 yard.

“Kami menggunakannya untuk sangat proaktif,” kata Hans Rhynhart, kepala polisi dan direktur sementara keamanan publik Universitas Connecticut. “Ini kesempatan yang bagus untuk menguji sebuah sistem baru yang berpotensi untuk sangat bermanfaat bagi komunitas kami.”

Sistem ini dipasang oleh perusahaan Verbi yang berbasis di New Haven. Presiden dan CEO Verbi, Robert Hotaling, adalah alumni Universitas Connecticut dan mendonasikan sistem seharga 175.000 dolar tersebut.

Hotaling mengatakan, semakin cepat polisi dapat tiba di tempat kejadian, semakin cepat pula kekerasan dapat dihentikan. “Hal ini memberi mereka informasi untuk membuat keputusan yang lebih baik, yang sebelumnya tidak mereka miliki,” katanya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar