30 Juni 2016 | Sukron - Redaksi | News

Dampak Brexit Terhadap Industri Perangkat Sistem Keamanan di Eropa

23 Juni 2016 merupakan hari bersejarah bagi Inggris dan Eropa, mayoritas warga Inggris memilih untuk keluar dari Uni Eropa dalam referendum. Hasilnya mengejutkan dunia dan sebagian warga lain terhadap masa depan mereka dengan tidak tergabung lagi dengan Uni Eropa.

Tidak perlu dipertanyakan lagi, “mau tidak mau” pertanyaan tentang keluarnya Inggris dari Uni Eropa ini menjadi topik panas selama IFSEC 2016 yang diselenggarakan di London dari tanggal 21 Juni sampai 23 Juni, hari-hari menjelang pemilihan. Sebagian besar perusahaan-perusahaan Eropa mengemukakan bahwa, bagaimanapun akan ada dampak terhadap keamanan. Keamanan memang akan selalu menjadi kebutuhan terlepas dari bagaiamana hasil pemilihan tersebut.

“Kebutuhan akan keamanan tidak dipengaruhi apakah kita berada di Uni Eropa atau tidak," kata Billy Hopkins, Manajer Teknis IDIS Eropa. “Kami selalu memiliki ancaman teroris sejak tahun 70-an, itulah sebabnya kami memiliki lebih banyak ANPR (Automatic Numeric Plate Recognition) di negara ini dari pada negara lain. Ini juga alasan mengapa pelat nomor kendaraan kami dirancang untuk ANPR. Hal ini tidak akan menghilangkan permintaan akan industri perangkat sistem keamanan”

Salah satu dampak dari pemilihan itu menurut para ahli adalah ketidakpastian pasar.

“Bisnis benci ketidakpastian. Orang-orang menarik investasinya untuk melihat apa yang akan terjadi. Meskipun ada orang yang akan berinvestasi dalam sistem dan peralatan baru, mereka juga akan menahan investasinya untuk melihat apa yang akan terjadi,” ujar Alastair McLeod, CEO Veracity. “Masalahnya adalah, jika Inggris meninggalkan Eropa, maka para pelaku bisnis akan mendapatkan ketidakpastian pasar untuk 4 hingga 5 tahun kedepan. Jika kami memilih untuk tetap menjadi anggota Uni Eropa, maka semuanya akan berjalan dengan normal kembali.”

Dampak lain yang mungkin ditimbulkan dari Brexit ini adalah akan ada banyak halangan bagi dunia perdagangan antara inggris dan Eropa. “Salah satu dampak dari Brexit ini adalah mungkin anda harus mengulang semua perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Inggris. Semua lebih bersandar kepada proteksionisme perdangan, bukan hambatan yang lebih rendah," kata Joseph Grillo, CEO Vanderbilt International. “Saya kira hambatan yang lebih rendah adalah hal terbaik secara keseluruhan.”



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar