30 Juni 2016 | Reza - Redaksi | News

Andalkan Kamera CCTV, Pemkot Mojokerto Sukses Mengurai Kemacetan

Ilustrasi Jalan Macet

Nyatanya, keberadaan kamera pengawas bukan saja untuk kota-kota besar. Kota Mojokerto menjadi salah satu bukti bahwa keberadaan perangkat kamera CCTV memang merupakan sebuah kebutuhan setiap kota, baik besar maupun kecil.

Kendati tidak masuk kategori kota besar, namun Mojokerto juga kerap dipusingkan oleh masalah kepadatan lalu lintas. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Gaguk Tri Prasetyo mengatakan sudah tiga tahun belakangan ini Mojokerto menerapkan sistem pemantauan lalu lintas terintegrasi.

Sistem yang disebut Area Traffic Control System (ATCS) ini memantau secara online setiap ruas jalan di Mojokerto. Dijelaskannya, keberadaan sistem pemantauan ini sangat membantu memetakan titik kemacetan. 

Selama ini, sambungnya, penerapan sistem ini terbilang ampuh dan efektik mengurai kemacetan di Mojokerto. "Sistem ini, secara otomatis mengetahui titik kemacetan di persimpangan jalan. Dari kondisi ini, petugas lalu mengatur durasi waktu lampu lalu lintas agar kemacetan bisa terurai."

Ke depannya, Pemkot Mojokerto akan menambah jumlah kamera pengawas di sejumlah persimpangan jalan di Mojokerto yang belum terpasang kamera CCTV. Dari total 15 persimpangan jalan yang rawan kemacetan di kota ini, masih ada enam hingga delapan persimpangan jalan yang membutuhkan pantauan CCTV.

"Penambahan CCTV agar bisa terintegrasi dengan ATCS memang dilakukan bertahap. Untuk tahun ini, ada dua persimpangan yang terintegrasi ATCS, yakni Jalan Empu Nala - Pasar Burung dan persimpangan Jalan Surodinawan."

Sekadar catatan, hingga saat ini di Mojokerto sudah ada lima titik persimpangan jalan yang terintegrasi dengan ATCS. Yakni persimpangan Jalan Gajah Mada dan Jalan Pemuda, persimpangan Jalan Gajah Mada-Jalan Empu Nala, Jalan Mojopahit-Jalan Kartini, Jalan Mojopahit-Jalan Yos Sudarso dan persimpangan Jalan Mojopahit-Jalan Bhayangkara.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar