03 Juli 2016 | Desy - Redaksi | News

Tantangan dalam Menggunakan Kamera Panorama Multi-Sensor

Kamera panorama multi-sensor adalah kategori kamera IP yang tumbuh paling pesat, menurut IHS. Laju pertumbuhan majemuk tahunan untuk kamera 180 dan 360 derajat dari tahun 2014 sampai 2019 diprediksi hampir sebesar 30 persen. Angka ini dua kali lipat untuk laju pertumbuhan majemuk tahunan kamera PTZ dan jauh di depan angka untuk kamera IP boxed dan fixed dome. Laju pertumbuhan yang pesat ini mengindikasikan masih ada keuntungan di pasar untuk solusi ini.

Walaupun begitu, untuk semua manfaat yang dapat diberikan kamera panorama untuk sistem keamanan, mereka juga menghadirkan serangkaian persyaratan khusus yang mungkin memberikan tantangan atau kesulitan dalam pengaplikasiannya. Karena itu, penting bagi para istalatur dan integrator untuk menimbang manfaat dan potensi masalahnya.

Masalah Bandwith dan Storage

Tuntutan terhadap resolusi video yang lebih tinggi dan pengadopsian kamera multi-megapixel yang semakin marak berdampak pada permintaan jaringan dan VMS. Pelanggan ingin menggunakan lebih banyak kamera dalam jaringan mereka, dan hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk meminimalkan biaya storage dan bandwith. Untuk kamera multi-sensor, hal ini akan bergantung pada tingkat resolusi dan frame. Akan tetapi, faktor-faktor ini tidak begitu berbeda ketika dibandingkan dengan alternatifnya, yang melibatkan pemasangan beberapa kamera terpisah.

Ketika berhubungan dengan biaya, sepertinya masalah utama terletak pada storage. Tergantung pada kebutuhan klien, storage dapat memakan 30 sampai 50 persen dari total biaya sebuah proyek pengawasan video, kadang melebihi biaya untuk kameranya sendiri atau lisensi software VMS. Permintaan terhadap resolusi yang lebih tinggi ini serta kamera multi-sensor memiliki dampak yang signifikan terhadap jaringan dan membawa akibat tersendiri untuk bandwith dan storage. Karena storage merupakan faktor biaya yang paling besar, menguranginya akan berdampak paling besar dalam biaya total yang dibutuhkan untuk proyek.

Ada beberapa peralatan yang dapat membantu mengatasi hal ini. Salah satunya adalah alat yang memiliki kemampuan multi-streaming. Hal ini merujuk pada kemampuan pengguna untuk menggunakan stream kamera berbeda untuk tujuan berbeda, seperti resolusi rendah untuk video wall atau ketika ditayangkan pada banyak pengguna. Kebalikannya, perekaman resolusi tinggi dapat dilakukan selama kejadian tertentu berdasarkan template kamera event-based.

Fitur penghematan storage lainnya adalah perekaman yang dipicu oleh gerakan, di mana kamera hanya mulai merekam ketika sesuatu dalam lingkup pandangnya bergerak. Akan tetapi, hal ini juga berisiko kehilangan sesuatu yang penting atau merekam kejadian yang salah, misalnya ketika sebenarnya tidak ada gerakan. Solusi untuk masalah ini adalah dengan melakukan perekamanan secara terus-menerus dan menggunakan perubahan dinamik dalam setting untuk resolusi dan tingkat frame kapan pun terdeteksi sebuah kejadian. Dengan solusi ini, kamera dapat memperbesar data dan menangkap lebih banyak detail ketika dibutuhkan.

Menimbang Pro dan Kontranya

Kamera panorama membawa banyak keuntungan; tetapi mereka bukan satu-satunya solusi yang tersedia di pasar. Walaupun kamera panorama mampu meningkatkan kesadaran situasi, kamera ini memiliki keterbatasan untuk jarak pendek. Pengguna disarankan untuk menguji penggunaan kamera panorama terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian untuk memastikan kemampuannya sesuai dengan kebutuhan mereka.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar