04 Juli 2016 | Sukron - Redaksi | News

Bagaimana Sebuah Perusahaan Menangani Cyber Security?

Cyber Security adalah sebuat topik yang mendominasi dalam beberapa pameran seperti PSA-TEC. Sementara 71 persen responden dari poling terbaru mengenai perangkat sistem keamanan tidak pernah mengalami pelanggaran Cyber Security dan 29 persen responden mengatakan bahwa mereka pernah mengalami pelanggaran Cyber Security di  rumah atau di kantor.

“Saya akan merekomendasikan lebih banyak perusahaan untuk memprioritaskan cyber security, dan fokus pada dua faktor otentikasi (pesan teks, PIN HP, dll) sebagai alternatif hanya daripada menggunakan kata sandi," kata Johnathan Huettner, CIO GHS Interactive Security.

Porsi terbesar para responden, 40 persen, mengatakan bahwa perusahaan mereka memiliki tim khusus untuk menangani cyber security. 29 persen responden mengatakan perusahaan mereka telah mulai mengantisipasi pelanggaran cyber security, baik melalui pendidikan maupun merekrut orang sebagai staff. 31 persen responden mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak menawarkan pelatihan cyber security.

“Survei mengenai perangkat sistem keamanan belum lengkap jika tidak memasukan cyber security. Perangkat sistem keamanan sangat berisiko untuk diserang kejahatan cyber security,” ujar John Strauchs, kepala senior Strauchs LLC.

Salah satu pembaca menggarisbawahi kebijakan perusahaan untuk mengurangi resiko cyber security. “Kami meminimalisir akses komputer perusahaan ke internet. Kami tidak menggunakan windows pada internet, kecuali jika dibutuhkan untuk program tertentu," ujar responden tersebut. “Software custom kami tidak dioperasikan pada komputer perusahaan. Kami menggunakan enkripsi open-source. Laptop kami tidak memiliki informasi payroll. Kami menggunakan enkripsi secara lengkap pada laptop yang terdapat informasi pelanggan.”

Apakah para integrator perangkat sistem keamanan harus bekerja sama dengan perusahaan cyber security untuk menyediakan solusi yang aman baik secara fisik maupun cyber? Ini adalah ide yang bagus. 22 persen responden mengatakan itu akan menjadi standar yang sangat rumit bagi para integrator perangkat sistem keamanan.

Perusahaan perangkat sistem keamana tidak cocok untuk menangani masalah cyber security, menurut salah satu responden. “Kebanyakan integrator perangkat sistem keamanan tidak siap bahkan untuk memahami kebutuhan dan persyaratan cyber security. Saya pikir cyber security akan menjadi industri yang sangat fokus dan khusus di mana sebuah dealer alarm tidak dapat melakukannya,” ujar responden tersebut.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar