11 Juli 2016 | Desy - Redaksi | News

Sensor untuk Manajemen Parkir Pintar

Menggabungkan teknologi pintar, seperti sensor dan kamera, ke dalam manajemen parkir tidak hanya mengurangi waktu yang dihabiskan pengemudi untuk mencari tempat parkir, tapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan pendapatan bagi pemilik tempat parkir.

Menurut Navigant Research, jaringan sensor yang mendeteksi ada/tidaknya kendaraan di sebuah tempat parkir adalah apa yang menyediakan intelijen dasar di balik sistem parkir pintar. Malah, laporan terbarunya menemukan tempat parkir di-jalan yang menggunakan sensor diprediksi akan melewati angkat satu juta di seluruh dunia pada tahun 2024.

Dengan menggunakan sensor, software, dan interpretasi data pintar, manfaat manajemen parkir pintar sudah jelas: “Infrastruktur pintar menghemat waktu, melindungi lingkungan, dan yang terpenting meningkatkan kualitas hidup warga kota,” kata Marcus Zwick, Kepala Divisi Mobilitas Manajemen Inovasi di Siemens.

“Sistem sensor parkir nirkabel kami, SENSIT, mendeteksi secara real-time ada atau tidaknya ketersediaan tempat parkir di-jalan, dan untuk berapa lama,” kata Edwin Siemerink, Proposition Manajer SENSIT di Nedap Mobility Solutions. “Informasi ini dapat digunakan untuk dengan efisien memandu pengguna kendaraan bermotor ke tempat parkir yang tersedia. Solusi parkir kami memberi tahu petugas berwenang mengenai mobil-mobil yang parkir melebihi waktunya atau yang salah menggunakan tempat parkir khusus. Tambahan lagi, data parkir real-time dari sensor dapat digunakan untuk berintegrasi dengan aplikasi pembayaran dan tampilan.”

Sensor radar vs sensor darat

Sensor darat menjadi semakin populer sebagai sebuah mekanisme untuk memonitor ketersediaan tempat parkir. Akan tetapi, beberapa perusahaan seperti Siemens, menawarkan penggunaan sensor radar. “Dibandingkan sensor darat, sensor radar di atas menangkap bukan hanya ketersediaan tempat parkir individual tapi juga di saat bersamaan memonitor beberapa tempat parkir dan area di sekitarnya (seperti jalur sepeda, trotoar, atau jalan), kata Zwick.

Zwick menjelaskan bagaimana cara kerja Siemens: “Sebuah jaringan sensor—berdasarkan sensor darat yang baru dikembangkan dan dipasang di lampu jalan—merekam posisi parkir dan mempelajari pola parkirnya. Data tersebut diproses di sebuah pusat kontrol, memungkinkan pengemudi untuk memasukkan tujuan mereka menggunakan smart phone atau alat navigasi dan menerima informasi real-time tentang situasi tempat parkir di kawasan yang ditujunya.” Tambahan lagi, sistem ini dilengkapi dengan perencana rute multimodal, yang menyediakan informasi real-time tentang opsi yang ada untuk beralih ke layanan transportasi publik jika tidak ada ketersediaan parkir di area tersebut.

Akan tetapi, karena peminimalan data adalah tujuan kunci dalam desain sensor tempat parkir, platform IT dan aplikasi terkait, sistem radar di lampu jalan hanya mampu menunjukkan gambar skematik; tidak dimungkinkan untuk mengidentifikasi orang atau kendaraan.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar