13 Juli 2016 | Desy - Redaksi | News

Bagaimana Melindungi Ruang Udara Anda dari Drone “Jahat”

Drone sudah menjadi peralatan yang semakin berguna bagi keamanan, karena drone mampu terbang dan memonitor area yang tidak dapat diakses manusia. Akan tetapi, sementara sebagian besar drone digunakan untuk hal-hal baik, ada “drone jahat” yang lebih membahayakan daripada menguntungkan.

“Kekhawatirannya adalah orang-orang seperti itu meletakkan bahan peledak ke drone dan menerbangkannya ke dalam stadion,” kata Christian Scheibe, Senior Sales Engineer di Dedrone. “Ada juga masalah yang sering terjadi di penjara, di mana orang-orang menyelundupkan barang-barang terlarang ke dalam penjara dengan menerbangkan drone melewati pagar dan menjatuhkan paket ke tempat orang-orang berjalan di luar atau terbang langsung ke jendela.”

Kekhawatiran terhadap drone yang dilengkapi dan dikendalikan oleh orang jahat memimpin munculnya penyedia teknologi deteksi drone seperti Dedrone, yang menggunakan sistem multi-sensor untuk mendeteksi drone di sebuah area. Sensor ini termasuk sensor audio/ultrasonik akustik yang mendeteksi suara drone, sensor Wi-Fi yang mendeteksi sinyal Wi-Fi drone, dan kamera daylight dan infra merah yang memonitor ruang udara di sekitar bangunan sepanjang hari.

“Kami ini unik karena kami satu-satunya perusahaan yang menawarkan sistem multi-sensor,” kata Scheibe. “Sebagian besar kompetitor kami menggunakan sensor tunggal seperti radar, tapi masalah dengan radar adalah bahwa hal itu lebih merupakan sebuah solusi militer yang jauh lebih mahal daripada sistem kami.”

Sistem ini dapat diintegrasikan lebih jauh dengan solusi pertahanan pihak-ketiga jadi begitu ada drone yang tidak diinginkan terdeteksi, “langkah balasan” yang dibutuhkan dapat diambil berdasarkan keinginan pengguna.

“Anda dapat memberi tahu personel keamanan melalui e-mail, SMS, telepon, memberi tahu mereka bahwa ada insiden yang terjadi di area tersebut,” kata Scheibe. “Walaupun tidak menembak jatuh drone atau membidiknya dalam cara apa pun, Anda dapat memicu solusi pihak ketiga seperti jammer dari sistem ini (yang mengacaukan frekuensi remote control atau sinyal GPS drone).”

Sistem ini telah digunakan dalam gedung dan area berskala besar, misalnya Citi Field, markas New York Mets, begitu juga dengan Suffolk County Prison, salah satu lembaga pemasyarakatan paling besar di Negara Bagian New York.

“Ada drone-drone tak berizin yang terbang di ruang udara, melanggar foto dan hak video, dan membahayakan publik dan pemain. Kabar baiknya adalah sekarang kita memiliki solusi teknis untuk masalah tersebut,” kata Scheibe.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar