26 Juli 2016 | Desy - Redaksi | News
Flare membawa desain dan fungsionalitas Jerman ke pasar keamanan rumah pintar yang didominasi perusahan Amerika.

Flare: Sistem Keamanan Rumah Baru dari Jerman

Pasar keamanan rumah sebagian besar didominasi oleh perusahaan-perusahaan AS seperti NEST dan Canary. BuddyGuard yang berbasis Berlin berharap dapat menembus dominasi ini dengan desain dan teknologi Jerman.

Perusahaan tersebut baru-baru ini merilis produk keamanannya rumah FLARE, yang tampak serupa dengan Nest Learning Thermostat, tapi berbentuk lebih seperti UFO dengan kamera 1080p di tengahnya. Dimaksudkan untuk diletakkan di dekat pintu rumah, FLARE mengandalkan kameranya untuk merekam siapa yang masuk ke dalam rumah (menyimpan gambar ke database online) dan mengenali wajah penghuninya. Sebuah mikrofon juga memungkinkan pengenalan suara sebagai tindakan keamanan tambahan.

Pengenalan yang cepat membuat pemilik rumah tidak perlu meletakkan apa yang tengah mereka pegang untuk mematikan sistem begitu mereka melewati pintu. FLARE juga dilengkapi sensor gerak dan temperatur, dan dapat mengikuti sinyal dari ponsel pintar pemiliknya untuk mendeteksi ketika seseorang berada di rumah atau ketika rumah dalam keadaan kosong. Begitu penghuni dikenali dan FLARE paham bahwa ada orang di rumah, dia mematikan kamera dan mikrofonnya untuk memberikan privasi kepada pemilik rumah.

FLARE juga dapat bereaksi terhadap lingkungannya untuk menghalangi penyusup, seperti menggunakan pengeras suaranya untuk membuat suara-suara seolah ada orang di rumah atau bahkan mengeluarkan bunyi sirine. FLARE juga terhubung dengan perangkat lain di rumah sehingga pengguna bisa mengatur algoritma untuk menyalakan lampu atau mengunci pintu ketika semua penghuni telah meninggalkan rumah. Jika ada berusaha merusaknya, dia akan mengirimkan peringatan yang menyatakan sedang dipindahkan atau dimatikan.

Produk ini dibuat untuk memperingatkan aktivitas mencurigakan di rumah kepada pemiliknya. Jika pemiliknya tidak segera merespons, sistem akan memperingatkan kontak darurat, dan jika masih tidak ada respons, FLARE akan langsung memberi peringatakan kepada pihak berwenang setempat.

Semua teknologi ini berada di dalam sebuah alat bundar berukuran 4,3 inci dengan sumber daya dari baterai lithium yang dapat diisi ulang—yang tahan sampai 3 minggu dengan penggunaan normal. Karena menggunakan baterai maka tidak memerlukan kabel dan kawat. Alatnya dapat dicas semalaman dengan kabel mikro USB, dan dapat terus disambungkan ke listrik agar tetap menyala jika penghuni rumah pergi selama beberapa hari.

Saat ini FLARE baru tersedia di Eropa, tapi BuddyGuard akan mulai mengirimkannya ke seluruh dunia bulan November ini.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar