27 Juli 2016 | Desy - Redaksi | News

Memilih Hardware Storage yang Tepat untuk Pengawasan

Salah satu aspek paling penting dalam desain solusi pengawasan video melibatkan masalah storage. Terlepas dari ukuran storage, hardware yang tepat juga sangat penting.

“Sebagian besar orang berpikir semua storage itu sama, tapi sama sekali tidak. Dan sebagian besar teknologi storage didesain dan dibangun untuk jenis aplikasi yang berbeda-beda—bukan pengawasan video,” kata Brandon Reich, Direktur Senior Solusi Pengawasan di Pivot3.

Perbedaan Data Pengawasan Video
“Ada konsepsi umum bahwa data video, karena digital, tidak ada bedanya dengan data lain. Kenyataannya ada perbedaan penting dan krusial antara data video dan data IT “umum” dan perbedaan ini dipertegas dalam sistem pengawasan berskala besar,” Alastair McLeod, CEO Veracity UK, menyetujui. Perbedaan ini memiliki implikasi substansial terhadap total biaya kepemilikan, serta desain sistem yang optimal dan tahan lama.

“Perbedaannya tidak terletak pada data itu sendiri, tapi dari cara mereka dihasilkan, disimpan, diambil, dimodifikasi, dimanipulasi, dipresentasikan, dan dihapus,” kata McLeod.

Dalam tujuan paling umum sistem penarikan dan penyimpanan IT, ukuran data set terbatas dibandingkan dengan video dan ditambahkan secara bertahap dalam kecepatan yang sangat rendah. Sistem diindeks dan dioptimalkan untuk pencarian yang sangat cepat di seluruh database. Operasi data biasa membaca data, lalu memodifikasinya dan menuliskannya kembali. Karena itu ada banyak operasi baca-modifikasi-tulis yang terjadi secara terus-menerus. Penggunaan bandwidth juga merupakan parameter yang penting. Dengan data IT umum, ada turun-naik dalam penggunaan bandwidth yang diakibatkan oleh permintaan yang berfluktuasi.

Di lain pihak, data pengawasan video memiliki karakteristik yang sama sekali berbeda. Semua kamera mendapatkan data secara pararel, pada tingkat yang bervariasi tapi yang selalu tinggi dan sepanjang hari. Tingkat ini bahkan lebih tinggi lagi ketika kejadian yang direkam sedang “sibuk” atau berpenerangan buruk seperti di malam hari yang menimbulkan lebih banyak noise gambar. Sebagai tambahan, data pengawasan video nyaris searah (misalnya ke dalam sistem storage), dengan 100 persen data direkam dan hanya sebagian kecil, sekitar 1 – 3 persen yang ditarik untuk dilihat lagi. Perbedaan lain yang signifikan adalah bahwa data video tidak pernah berubah, hanya ditimpa; mereka disimpan untuk waktu yang lama sebelum dihapus.

“Memahami perbedaan ini memungkinkan desain sistem yang secara signifikan mengurangi tiga kunci yang menyebabkan kerusakan hard disk: temperatur, getaran, dan pemakaian,” McLeod menjelaskan. Misalnya, karena penulisan disk terjadi secara sekuensial, writing head-nya dapat bergerak dengan pelan di drive, sehingga mengurangi temperatur dan pemakaian. Sebagai tambahan, disk non-writing dapat dimatikan sehingga mengurangi pemakaian dan konsumsi daya.

Tren Saat Ini Akan Berlanjut

Tren beberapa tahun belakangan kemungkinan akan terus berlanjut di masa depan. Kamera akan terus memberikan lebih banyak informasi dan resolusi yang lebih tinggi, dan kebutuhan storage akan meningkat. Bahkan jika teknologi codec mampu mengurangi kebutuhan storage per kanal secara signifikan, pengguna kemungkinan akan memasang lebih banyak kamera atau merekam kualitas video yang lebih tinggi. Bandwidth besar yang dibutuhkan untuk meng-upload data video ke pusat data berbasis cloud masih belum tersedia dan sektor industri akan masih harus terus mengandalkan pada storage lokal. Desain dan pemilihan solusi storage akan terus didesak untuk menjadi lebih baik.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar