28 Juli 2016 | Reza - Redaksi | News

Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Perhotelan Di Jakarta, Belum Memenuhi Standar

Petugas Pemadam Kebakaran Sedang Memadamkan Api

Kehadiran Indonesia Fire&Rescue Foundation dalam pameran Indonesia Building Mechanical & Electrical Expo, diharapkan dapat menggugah hati para pebisnis hotel soal pentingnya sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran gedung.

Ketua Dewan Pembina Indonesia Fire & Rescue Foundation, Peter Placidus Petrus, mengatakan meski Indonesia telah mengadopsi standar internasional proteksi kebakaran NFPA menjadi standar nasional sejak tahun 2000 silam. Namun fakta di lapangan, mayoritas gedung hotel berbintang di Jakarta belum memiliki sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran yang memenuhi standar.

Menurutnya, sudah seharusnya setiap gedung memiliki sistem proteksi kebakaran yang canggih. “Kemampuan dan jangkauan petugas pemadam yang memadamkan api dari luar gedung itu terbatas, gedung semestinya punya sistem yang mampu memadamkan api dari dalam,” ujarnya kepada Indo Security System, Rabu (27/07/2016).

Terkait itu, Peter mengajak para pemilik ataupun pengelola gedung hotel di Jakarta untuk lebih perhatian dengan sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran yang tidak sesuai standar. Karena hal tersebut telah diamanatkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung.

Dia menilai untuk menciptakan sistem proteksi dan penanggulangan kebakaran gedung yang sesuai standar bukan perkara sulit. Apalagi pada masa sekarang ini teknologi sudah sangat menunjang. “Kalau bicara teknologi, sekarang ini sudah banyak. Contohnya saja Wagner Air Sampling Smoke Detector,yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi kebakaran menggunakan sensor High Power Light Source. Oksigen yang ada di udara bisa diatur sistem pada level tertentu sehingga tidak memungkinkan terjadinya pemantik api."



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar