29 Juli 2016 | Sukron - Redaksi | News

Airbus Ciptakan Drone Killer

Kerjasama antara produsen pesawat terbang Airbus dan perusahaan startup California Dedrone menghasilkan sistem keamanan yang dapat melacak keberadaan drone dari jarak jauh dan mengalahkan mereka di udara.

Sistem tersebut menggunakan jaringan dari kamera, radar, mikrofon, dan pemindai arah yang dikembangkan oleh Dedrone yang dapat mendeteksi dan melacak drone standar komersial dari jarak 10 kilometer. Kontribusi Airbus khusus untuk mengembangkan Jammer yang dapat mengganggu komunikasi drone.

"Drone-drone kecil yang ada saat ini umumnya hanya dapat terbang rendah, seperti yang digunakan para pelaku kejahatan untuk menyelundupkan, memata-matai, dan serangan terorisme," ujar Jörg Lamprecht, CEO Dedrone.

"Kami menawarkan solusi yang efektif untuk ancaman ini. Sistem Airbus dan sistem kami saling melengkapi satu sama lain dengan sempurna, dan mengkombinasikan pendeteksian drone secara dini, dengan kemampuan menginisiasi penanggulangan yang efektif secara otomatis."

Seiring dengan popularitas drone yang kian tumbuh, banyak keluhan bahwa drone membosankan dan dalam beberapa kasus bisa membahayakan. Beberapa drone bahkan mengambil rute ilegal.

Dalam kasus ini, sistem jamming hanya menggunakan frekuensi yang digunakan oleh drone-drone komersial untuk komunikasi. Apa yang terjadi pada drone tergantung pada bagaimana drone itu mendarat dengan aman dan kembali pada operatornya.

"Dengan menggunakan kemampuan Airbus , dengan fungsi radar dan jamming jarak jauh kami dan teknologi dari Dedrone, dan dengan pasar platform multi-sensornya yang luas, kami dapat mendistribusikan sistem ini secara luas."



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar