29 Juli 2016 | Sukron - Redaksi | News

Pasar Perangkat Sistem Keamanan di Indonesia Masih Menjanjikan

King Hartono Hamidjaja

Pasar perangkat sistem keamanan Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan dengan menguatnya investrasi pada infrastruktur publik dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Hal tersebut dikatakan oleh King Hartono Hamidjaja, Country Sales General Manager PT Robert Bosch.

"Investasi yang kuat dan infrastruktur publik menjadi kebijakan moneter yang akomodatif dan juga membantu meyakinkan para investor dan pengguna akhir. Situasi ini juga menjadi faktor yang mendorong pasar perangkat keamanan di Indonesia," kata Hamidjaja. "Pasar UKM juga potensial untuk pertumbuhan di sektor ritel. Faktor utama yang mendukung pertumbuhan itu adalah pertumbuhan kelas menengah di Indonesia, yang mana orang-orang tersebut menjadi semakin sadar merek. Dan untuk pasar ritel sendiri, keuntungan dari peningkatan daya beli masyarakat menjadi semakin menjanjikan dan hal ini juga meningkatkan permintaan terhadap perangkat sistem keamanan khususnya produk CCTV dan Public Address."

Menurutnya lagi, pasar perangkat sistem keamanan tebesar yang menjanjikan meliputi hotel dan ritel. Seiring dengan meningkatnya kondisi ekonomi, hal ini juga meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini telah membantu beberapa pelaku ritel untuk melangkah ke pasar tersebut.

"Pasar ritel Indonesia potensial untuk pertumbuhan sektor ritel. Saat ini banyak pelaku ritel datang ke Indonesia, misalnya IKEA, AEON, Lulu, dan seterusnya," ujar Hamidjaja. "Sektor ritel Indonesia diuntungkan dengan daya beli masyarakat yang meningkat, yang membantu negara ini mengimbangi pelambatan dari ekonomi global."

Selain itu adalah meningkatnya industri pariwisata yang cepat. Indonesia merupakan salah satu negara tujuan wisata saat ini dan ini telah membantu pasar perhotelan terus berkembang. Permintaan tersebut, sekali lagi, mencerminkan peningkatan ekonomi sedang terjadi dan meningkatnya tingkat ekonomi masyarakat.

Namun, pasar tersebut bukannya tanpa tantangan. Salah satu di antaranya adalah sektor pemerintahan yang sebagian besar tergantung pada situasi politik di negara ini.

"Untuk sektor pemerintahan, karena lebih didorong oleh situasi politik dan juga karena beberapa persetujuan anggaran yang tertunda, jadi situasi ini juga menjadi tantangan untuk kami khususnya untuk proyek besar dan proyek multi years yang berhubungan dengan pembaruan produk dang spesifikasi," ujar Hamidjaja. "Jadi, dengan situasi seperti ini, kami harus memastikan untuk spesifikasinya untuk menggunakan produk terbaru dan juga mempertimbangkan jangka waktu proposal dan harga. Tapi untuk proyek pemerintahan kami cukup yakin, karena tidak banyak perusahaan di Indonesia dapat menunjukkan administrasi yang baik seperti yang kami miliki."



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar