16 Agustus 2016 | Desy - Redaksi | News

Analisis Big Data dapat Membantu Manajemen Lalu Lintas

Kita hidup di zaman di mana semakin banyak orang yang memilih pindah ke perkotaan. Hal ini berakibat semakin padatnya area perkotaan dan yang paling nyata terlihat di jalan raya. Di sebagian besar kota besar, manajemen lalu lintas—terutama selama jam sibuk—adalah mimpi buruk.

Laporan dari TomTom menunjukkan Mexico City memiliki kemacetan paling parah di dunia, para pengemudi di sana harus menghabiskan 59 persen waktu perjalanan ekstra terjebak di dalam kemacetan yang dapat melonjak menjadi 103 persen di jam sibuk malam hari, dengan waktu perjalanan ekstra mencapai 219 persen per tahun.

Tapi video analitik modern yang memanfaatkan big data dapat menjadi jawaban untuk masalah ini. Dengan informasi lengkap yang dapat diberikan oleh big data, keputusan manajemen lalu lintas yang lebih efisien dapat diambil, dan ini bisa membuat jalanan kita lebih aman dan lebih mudah untuk dilewati.

Dalam sebuah kasus studi baru, Intel memberi contoh kota Zhejing di Tiongkok yang menggunakan big data untuk mengurai kemacetan kotanya. Walaupun laporannya merujuk pada data dalam berbagai bentuk, aplikasinya dapat dinilai dalam kasus video data saja.

Ada tiga tantangan utama dalam hal ini—sistem manajemen lalu lintas harus memungkinkan manajemen terpusat dari lalu lintas data, mengoptimalan penggunaan data yang besar, dan meningkatkan arus lalu lintas di seluruh kota. Tapi dengan menggunakan pusat data yang tergabung dan sarana lain yang serupa, mengendalikan kemacetan bukan sesuatu yang mustahil.

Dalam buku putih yang membahas topik serupa, Frost & Sulivan menjelaskan bagaimana video bisa menjadi keuntungan ketika mencoba mengelola lalu lintas. 

“Video intelijen juga dapat memperbaiki manajemen transportasi dengan memberikan manajer sistem visibilitas di seluruh kota dalam seluruh jaringan transportasi untuk meningkatkan respons insiden,” kata Brian Cotton dalam laporan tersebut. “Video intelijen juga dapat membantu personel mengevaluasi pola lalu lintas, mengelola transit publik secara dinamis, membantu mengurai kemacetan, dan pada akhirnya meningkatkan kepuasan para komuter.” 

Dengan big data untuk mengelola lalu lintas, banyak sistem atau departemen dapat bekerja bersama untuk memproses informasi yang dikumpulkan melalui berbagai sensor berbeda. Hal ini akan membantu pihak berwenang mengambil keputusan yang lebih baik dalam mengelola lalu lintas. 



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar