24 Agustus 2016 | Reza - Redaksi | News

LP Cipinang Jadi Pilot Project Lapas Dengan Sistem Keamanan Tingkat Tinggi

Gedung Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menjadikan Lembaga Pemasyarakatan Cipinang sebagai pilot project dalam mewujudkan lapas dengan sistem keamanan tingkat tinggi. Kini, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berada di kawasan Jakarta Timur tersebut, telah dilengkapi dengan alat pengawasan dan keamanan berbentuk sofware tiga dimensi.

Menkumham, Yasonna Laoly mengatakan sistem ini mampu mendeteksi banyak hal seperti tamu yang masuk, finger recognition, face recognition, juga dibuat peralatan CCTV dan alat detector. Karena itu, jika ada sesuatu langsung bisa dideteksi. Dia menambahkan, bukan saja untuk mengawasi napi, sistem ini juga untuk mengawasi petugas. Petugas bekerja atau tidak, keliling atau tidak, berapa kali petugas itu keliling dalam sehari juga akan terdeteksi.

"Untuk mencegah kerusuhan, kalau di blok-blok sudah muncul perilaku perubahan adrenalin, juga emosi, langsung bisa ditangkap oleh alat kita. Untuk pengunjung disediakan kartu akses, jadi nantinya masuk ke dalam sudah pakai ID card, termasuk wartawan. Ini sangat canggih yang mau kita terapkan di semua. Nanti kalau ada uang kita terapkan di mana-mana (lapas lain),” ujarnya.

Sejatinya, sistem yang dapat mengawasi pergerakan narapidana, petugas dan segala yang ada di dalam lapas ini merupakan hibah dari Forum of Small Medium Economic Africa Asean (FORSEAA) dengan nilai proyek 780.000 USD atau sekitar Rp 10 miliar. “Ini baru pertama kali kita terapkan sebagai pilot project di LP Cipinang, hibah dari kita, dari FORSEAA,” jelas Sekretaris Jenderal FORSEAA yang juga Utusan Khusus Presiden Seyschellles untuk ASEAN, Nico Barito.

Lebih jauh dia mengatakan, dalam beberapa waktu belakangan sistem keamanan dan pengawasan lapas di Indonesia tengah menjadi sorotan sejumlah media luar negeri. Hal ini, yang menarik perhatian sekaligus membuat FORSEAA merasa harus turun tangan, untuk terlibat langsung membantu menyelesaikan permasalahan. “Suatu waktu saya dengan Pak Menteri berkunjung ke lapas, melihat bahwa sebenarnya banyak di lapas ini orang yang punya talenta. Oleh karena itu, kita bekali dengan sistem surveillance yang baik," tutupnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar