25 Agustus 2016 | Reza - Redaksi | News

Wow, Anak Muda Indonesia Temukan Prototipe Drone Tanpa Baling-baling Pertama Di Dunia

Prototipe Bladeless Drone

Kita patut bangga dengan karya-karya anak muda Indonesia. Salah satunya, seperti hasil karya Muhammad Rizqy Fauzan. Remaja 18 tahun yang baru saja menuntaskan studi tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini berhasil menemukan drone tanpa baling-baling.

Seperti diketahui, drone atau pesawat tanpa awak tengah menjadi salah satu perangkat yang populer saat ini. Perangkat ini biasanya digunakan untuk melakukan dokumentasi dari atas ketinggian atau juga digunakan sebagai alat pengawasan di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Namun drone memiliki sisi kelemahan di komponen baling-baling, yang mana hal tersebut kerap terjadi kerusakan.

Hal itu kemudian memberikannya ide kepada Fauzan untuk membuat sebuah drone yang menghilangkan fungsi baling-baling sekaligus meminimalisir adanya bahaya tersebut. Drone yang diberi nama Bladeless Drone atau F-Copter  tersebut merupakan drone pertama tanpa menggunakan baling-baling.

Untuk mewujudkan drone tanpa baling-baling tersebut, ia mengaku terinspirasi dari konsep "Dyson Air Multiplier". Untuk bisa melayang di atas udara, Fauzan mengatakan bahwa drone miliknya tersebut menggunakan teknik air pressure untuk memancing udara di atas drone agar mengalir ke bawah melalui frame yang didesain sedemikian rupa. Sedangkan untuk menghasilkan tekan udara ia menggunakan kompresor mini yang dinamakan pneumatic speed, dan pneumatic turbin yang diletakkan di bagian dalam drone.  

Selain baling-baling, ia juga turut membuang komponen seperti ESC, motor driver, dan motor DC sehingga bisa menghemat bahan bakar dan lebih ringan. "Simpelnya, udara diambil dari bawah melalui sebuah tabung. Lalu dialirkan ke empat lubang yang berfungsi menerbangkan drone. Hal ini juga berkaitan dengan hukum fisika Bernoulli," ujarnya.

Meskipun begitu, saat ini drone miliknya itu masih belum bisa melakukan penerbangan karena masih belum dalam tahap final. Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat kendala pada mesin cetak 3D miliknya sehingga beberapa komponen masih belum jadi dibuat. "Saya berharap jika drone ini berhasil nanti bisa berguna mulai dari segi transportasi, penelitian sampai cinematik," ungkapnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar