26 Agustus 2016 | Reza - Redaksi | News

Provinsi DIY Tengah Berbenah Menuju Smart City

Ilustrasi Konsep Smart City

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku tengah menggagas pembentukan Smart City di provinsi yang ia pimpin. Menurutnya, Smart City diperlukan untuk memotong rantai birokrasi yang dituding sebagai salah satu penghambat dalam pemberian layanan kepada masyarakat. Lebih jauuh dia mengatakan, ada dua hal yang menjadi prioritas dalam gagasan yang tengah ia godok.

Yang pertama, Sultan menginginkan pengintegrasian data untuk pelayanan kesehatan. Dengan data yang sudah terintegrasi tersebut, maka pasien sudah tidak perlu lagi ditanya penyakitnya apa serta alat pembayarannya karena semua sudah tertera dalam basis data. Pihak rumah sakit tempat rujukan langsung bisa memberikan tindakan ataupun layanan lagi tanpa prosedur yang berbelit. “Misalnya sistem rujukan rumah sakit, agar nasib pasien tidak terkatung-katung menunggu prosedur layanan yang diterapkan pihak rumah sakit,”

Yang kedua, Sultan menginginkan nantinya alat pembayaran juga bisa terintegrasi dan tersistem secara online. Sehingga kedepannya jaminan keamanan serta perilaku menyimpang dari oknum pengelola bisa diminimalisir. “Nanti kalau sudah terintegrasi maka manipulasi data sudah tidak bisa dilakukan lagi,”ujarnya.

Sultan menjelaskan, untuk mewujudkan smart city tersebut memerlukan tahapan yang tidak sedikit. Pihaknya perlu mempersiapkan infrastruktur jaringan pendukung dari smart city tersebut. Tanpa jaringan pendukung yang terkoneksi satu sama lain maka program Smart City niscaya akan sulit dapat tercapai. “Kami sedang menggagasnya untuk layanan yang lebih baik,” tutupnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar