08 September 2016 | Reza - Redaksi | News

Smart City Makassar Tonjolkan Nilai Kearifan Lokal

Perkembangan kota Makassar dalam menerapkan konsep smart city cukup pesat. Perkembangan Kota Angin Mamiri terus menggeliat. Namun, ada satu sisi yang menjadi atensi Moh. Ramdhan Pomanto, Walikota Makassar untuk mengaplikasi konsep kota cerdas. Menurutnya, smart city mustahil dibangun jika tidak melihat kultur masyarakat. Karena itu, berangkat dari masyarakat itu pula, pria yang akrab disapa Danny ini memulai mencanangkan konsep kotanya. “Sebuah smart city  tak cukup hanya menggunakan hardware dan software,” ujarnya.

Danny melanjutkan, dalam konsep kota cerdas kota ini ada istilah Sombere. Ini merupakan perbendaharaan kata lokal yang merujuk pada sifat orang Makassar yang ramah, terbuka dan pandai bergaul. Kira-kira dengan mengusung semangat ini, masyarakat kian mudah diajak mewujudkan mimpi kota cerdas itu. “Warga Makassar itu tipikalnya perlu bukti, tak bisa hanya sekadar informasi.”

Maka dari itu jangan heran jika penerapan konsep smart city di Makassar bisa dikatakan sukses. Secara fisik yang paling kelihatan sejumlah kamera pemantau CCTV berjejer terpasang di sudut-sudut jalan. Kamera tersebut siap merekam segala kejadian. Sebut saja, ketika terjadi kerusuhan maka aparat dengan mudah bisa mengidentiifikasi pelaku dari hasil rekaman kamera CCTV.

Contoh lainnya, sistem kesehatan dimodernisasi dengan melakukan pembenahan di level puskesmas. Mobil bergerak diaktifkan untuk menjangkau pasien. Menjemput bola, istilahnya. Seluruh sistem terintegrasi. Diagnosa pasien dipercepat agar dokter dapat bekerja lebih praktis. Hasilnya, sekarang warga ber-KTP Makassar menikmati benar kenyamanan layanan itu. Bahkan, kata Danny, sistem ini telah diminati dan bakal diadopsi oleh Kementerian Kesehatan.

Demikian juga terkait dengan birokrat pemerintahan, Makassar masuk kategori terbuka. Masyarakat bisa melihat langsung melalui portal resmi pemkot. Perkara menyimak laporan penggunaan APBD, warga bisa melihatnya secara gamblang. Pemkot mengunggahnya, dan siapapun bisa memantau penggunaan anggaran. Berbagai up date informasi daerah juga terbuka di situs www.makassarkota.go.id Kalau Anda berwisata di kota ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah merilis aplikasi mobile bernama Makassar City (MC). Tersedia peta interaktif di situ, kalau hendak mencari atraksi akan ditawarkan beragam jenis dan kategori, termasuk event wisata.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar