15 September 2016 | Reza - Redaksi | News

Pouncer, Drone Multi Fungsi Bisa Dimakan Saat Darurat

Foto : Drone Pouncer

Mata seorang insinyur asal Inggris bernama Nigel Gifford sangat jeli dalam mengamati tren banyaknya drone yang bermunculan belakangan ini, mulai dari drone paling kecil hingga paling canggih. Melihat perkembangan drone yang tengah menunjukkan tren positif seperti sekarang ini mendorong Nigel Gifford untuk berinovasi.

Saat ini Nigel melakukan inovasi baru lagi dengan membuat ide drone yang dapat dimakan dan diberi nama Pouncer. Drone ini dapat dijatuhkan dengan tingkat akurasi tinggi ke zona bencana untuk dijadikan sebagai makanan darurat. Ide ini berangkat dari penilaian Nigel terkait mahal dan borosnya ongkos operasional pengiriman bantuan makanan darurat dijatuhkan dari pesawat militer dengan menggunakan parasut.

Drone yang masih dalam tahap perancangan itu akan dibuat dari bahan yang semuanya bisa dimanfaatkan. Struktur sayap akan dibuat dari jenis bahan makanan, namun belum ditentukan hingga saat ini. Sementara kompartemen utama akan berisi bahan makanan, dan sayap akan diisi dengan jenis bahan makanan yang berbeda, sesuai dengan wilayah tujuan. Sisa struktur pada drone akan dibuat dari kayu, yang bisa digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak atau sekadar membuat api unggun. Setelah drone tersebut dibongkar dan dimakan, hampir tak ada sisa sama sekali dari drone tersebut, dan inilah yang disebut Gifford sebagai solusi menghindari pemborosan. 

Drone ini juga telah dilengkapi dengan sistem navigasi sederhana yang dapat mengarah ke titik atau zona yang sudah ditentukan, tanpa meleset jauh. Dan menariknya drone dapat dijatuhkan dari pesawat dengan ketinggian tiga kilometer dan dapat jatuh ke sasaran dengan tepat. Tentu ini lebih aman untuk mengirimkan makanan darurat, dibandingkan dengan sistem parasut. “Pouncer mengantarkan kebutuhan yang bersifat reakfit dan cepat dalam memberikan bantuan pangan ke wilayah terpencil dan sulit diakses. Cara tepat untuk mempertahankan hidup para korban bencana yang terisolir,” ujar Nigel.

Share Artikel :

Laporkan Artikel

Tulis Komentar


Login Terlebih dahulu

Komentar