16 September 2016 | Reza - Redaksi | News

Di Tiongkok, Face Recognition Digunakan Dosen Mengevaluasi KBM

Foto : Teknologi Face Recognition

Face Recognition, salah satu fitur video analitik biasanya digunakan untuk masalah keamanan, seperti untuk mencoba menemukan tersangka kasus kriminal. Namun berbeda dengan di Tiongkok, Wei Xiaoyong, seorang dosen di salah satu universitas di negeri tirai bambu tersebut memanfaatkan teknologi ini sebagal sarana evaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM).

Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi wajah siswa atau siswi yang tengah dilanda kebosanan saat menjalani proses kegiatan belajar-mengajar di kelas. Cara ini digunakan untuk menentukan apakah para mahasiswanya dapat menerima materi kuliah dengan baik atau tidak. Dengan mengetahui jika mahasiswanya bosan, dosen tersebut sesekali dapat membuat hiburan agar dapat membuat mahasiwa lebih mudah menyerap materi perkuliahan.

Lebih jauh Wei mengatakan, teknologi ini berpotensi menjadi metode unggulan untuk mengukur bagaimana siswa benar-benar merasa tertarik di dalam kelas, dibandingkan metode yang lebih konvensional, yang masih melibatkan mengisi survei dan bentuk kuisioner. “Ketika kami berkorelasi bahwa jenis informasi dengan cara kita mengajar, dan kami menggunakan waktu, maka Anda akan tahu di mana Anda benar-benar menarik perhatian mahasiswa. Kemudian Anda dapat bertanya apakah ini merupakan cara yang baik untuk mengajarkan materi itu? Atau jika materi ini cukup menarik untuk siswa di kelas itu?” kata Wei.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar