15 Oktober 2016 | Reza - Redaksi | News

Drone GE: Mendeteksi Kebocoran Gas dan Mentransmisi Data Secara Real-Time

Foto Demonstrasi Drone General Electric

General Electric cukup jeli dalam melihat peluang bisnis. Perusahaan multinasional teknologi dan jasa yang bermarkas di New York Amerika Serikat ini sangat mengikuti fenomena maraknya perusahaan yang berlomba-lomba memproduksi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau sering disebut Drone.

Baru-baru ini GE mulai membocorkan informasi terkait produk drone terbarunya yang tak kalah canggih dengan drone-drone yang telah keluar lebih dulu di pasaran. Drone karya GE dirancang secara khusus untuk industri minyak dan gas alam dalam Project Raven yang mampu mendeteksi adanya kebocoran gas.

Pihak GE juga sudah mendemonstrasikan kemampuan drone canggih itu yang sanggup mendeteksi adanya kebocoran dari jarak yang cukup jauh, sampai setengah mil atau setara 0,8 kilometer.

Keberadaan drone pendeteksi kebocoran gas ini diperkirakan bakal bisa memberikan kinerja yang efisien bagi perusahaan yang terjun di industri minyak dan gas alam. Terlebih, drone Raven ini bakal memberikan kinerja tiga kali lebih efisien jika dibandingkan dengan tenaga manusia.

Rrone Raven buatan GE ini mempunyai desain berbentuk helikopter dengan baling-baling sepanjang 21 inci dengan bobot tak kurang dari 20 pounds (setara 9kg) dan mampu terbang dengan kecepatan 64 kilometer per jam selama 40 menit. Selain itu, drone ini juga dilengkapi dengan keberadaan sensor yang akan mentransmisikan data secara real time kepada operator. Belum ada informasi secara detail kapan GE akan secara resmi memperkenalkan drone canggihnya ini. Dan, menilik kemampuannya, drone ini bakal bisa pula digunakan untuk industri lainnya, termasuk industri penyulingan.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar