25 Oktober 2016 | Reza - Redaksi | News

Huawei Garap Proyek Safe City Innovation Centre Kota Dubai

Foto : Suasana Kota Dubai
Kepolisian Dubai tengah merencanakan pembangunan Safe City Innovation Centre. Untuk mewujudkan rencana itu pihak kepolisian bekerja sama dengan perusahaan terkemuka asal Tiongkok, Huawei. Tujuan kerja sama ini adalah untuk menciptakan platform sekaligus pertukaran pengetahuan dan teknologi.
 
Adapun teknologi yang akan diterapkan antara lain; Augmented reality, perangkat lunak pengenalan wajah, analisis video dan perangkat untuk melacak sekaligus menonaktifkan drone yang dianggap mengganggu keamanan perimeter. "Pusat ini akan menjadi hub untuk inovasi dan proyek-proyek baru yang melibatkan teknologi futuristik. Sebagai contoh, kita akan fokus pada teknologi seperti pengenalan wajah dan perubahan perilaku," tutur Direktur Departemen Operasi Kepolisian Dubai, Brigadir Kamel Butti Al Suwaidi.
 
Sementara itu, Director of the Public Safety Vertical of the UAE Huawei menjelaskan bagaimana sistem augmented reality bekerja. "Hal ini mirip dengan teknologi yang digunakan oleh game Pokemon Go. Ini memiliki empat mode, bangunan, pengenalan wajah, fasilitas dan kendaraan," jelasnya.
 
Dia melanjutkan, program ini dapat digunakan pada ponsel dan menggunakan kamera ponsel sebagai alat input. Dengan demikian, petugas dapat memilih salah satu mode. Dia mencontohkan, misalnya, modus bangunan dan ketika petugas menunjuk kamera di bangunan di suatu daerah, maka layar akan menampilkan semua informasi yang tersedia pada bangunan, mulai dari identitas pemilik hingga berapa banyak kamar atau ruangan di dalam gedung. 
 
Dia menambahkan, sistem bekerja dengan mengambil data yang dikumpulkan melalui kamera dan membandingkannya dengan informasi yang tersedia dalam database, dan menampilkannya di layar langsung. "Jika modus kendaraan yang dipilih, rincian informasi pemilik kendaraan akan ditampilkan langsung. Hal ini sama dengan opsi fasilitas, yang akan menampilkan informasi tentang sistem infrastruktur," katanya.
 
Perihal solusi pengenalan wajah cerdas, Dai mengatakan perangkat lunak yang digunakan dengan kamera CCTV akan memungkinkan pengguna untuk melacak pergerakan orang tertentu dan pengenalan wajah. Lebih lanjut dia menuturkan teknologi lain yang dipertimbangkan adalah perangkat penonaktifan berbentuk seperti pistol yang menggunakan teknologi radar untuk menemukan drone yang dianggap mengganggu.  


Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar