28 Oktober 2016 | Reza - Redaksi | News

Perhutani Ingin Libatkan Drone Dalam Pengelolaan Hutan

Foto : Salah Satu Area Pengelolaan Hutan Perum Perhutani

Dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Perhutani dan PT LEN Industri bekerja sama melakukan pengawasan hutan. Sesuai dengan nota kesepahaman yang telah ditanda-tangani baru-baru ini, nantinya pengawasan di area pengelolaan hutan seluas 3,7 juta hektar milik Perhutani dan delapan anak perusahaannya akan menggunakan sistem pengendali pesawat terbang tanpa awak atau drone.

Direktur Utama Perum Perhutani, Denaldy M Mauna, meyakini pemanfaatan drone akan mampu memberikan kepastian sekaligus memantapkan perencanaan hutan, dan tugas memonitor produktivitas hutan per pohon pun akan menjadi lebih efisien. Alasannya karena alat ini dapat dimanfaatkan untuk menginventarisir pokok pohon, dan memonitor kondisi tegakan di lapangan dengan lebih baik.

"Nantinya alat akan dilengkapi night vision sehingga dapat membantu menjaga pohon dari pencurian, khususnya pada malam hari, ini akan sangat membantu tugas polisi hutan dalam mengawasi lapangan karena area seluas itu sangat sulit diawasi, jika hanya mengandalkan tenaga manusia saja," ujarnya.

Direktur utama LEN Industri, Zakky Gamal mengungkapkan drone yang nantinya akan digunakan berkemampuan terbang yang cukup jauh, dengan total jarak tempuh 100 km. Namun demikian, dia melanjutkan, drone tersebut kini sedang dalam tahap uji coba. Dia berharap, uji coba itu selesai pada akhir tahun ini untuk kemudian bisa diproduksi secara massal.

Lebih jauh dia menuturkan, sebelumnya uji coba pemetaan hutan dengan drone juga sudah dilakukan di kawasan hutan Perhutani di Indramayu. Menurut Zakky, penggunaan teknologi pesawat terbang tanpa awak untuk kegiatan pemantauan kawasan hutan wilayah kerja adalah yang pertama kali dilakukan Perum Perhutani.

"Belum, kami masih hitung-hitungan. Nanti akan kita sampaikan kalau hitung-hitungannya sudah selesai. Jadi sampai saat ini, kita baru satu drone karena baru tahap uji coba spesifikasi dari Perhutani kan masih berubah-ubah. Mudah-mudahan awal tahun Perhutani sudah menentukan spesifikasi fixed apa, dan setelah itu baru memulai tahap produksi," jelasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar