07 November 2016 | Reza - Redaksi | News

Setelah Jepang dan UEA, Kini Giliran Swedia Melarang Drone

Pengadilan Administrasi Negara Swedia memandang penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone yang dipasangkan kamera sebagai pelanggaran karena hal itu dianggap sama saja dengan menggunakan kamera pengintai untuk melanggar batas privasi orang lain. Maka dari itu, pihak pengadilan telah menetapkan larangan penggunaan drone di wilayah udara Swedia.

Namun demikian, pengadilan memperbolehkan penggunaan drone asalkan penggunanya telah mengantongi izin pengawasan khusus. Keputusan pengadilan tersebut amat disayangkan bagi Gustav Gerdes dari Unammed Aerial System Sweden (UASS), organisasi yang merepresentasikan industri drone di Swedia 

Menurutnya, keputusan tersebut tidak hanya merugikan produsen tetapi juga konsumen. Selain itu dia memandang dalam putusan tersebut tidak disebutkan secara detail bagaimana seseorang boleh menerbangkan drone berkamera. Yang jelas, untuk mendapatkan izin menerbangkan drone berkamera akan sangat mahal. Dan membayar perizinan untuk satu orang tidak menjamin izin tersebut dapat dengan mudah didapatkan. "Ini adalah keputusan yang buruk bagi Swedia sebagai negara entrepreneur. Pasar tenaga kerja Swedia selalu dipengaruhi oleh peraturan baru dan rumit dari negara dan lembaga-lembaganya," ujarnya.

Sekadar catatan, Swedia menambah jumlah negara yang melarang drone kamera tanpa lisensi pengawasan. Sebelumnya di tahun 2015, Uni Emirat Arab mengeluarkan larangan serupa setelah sebuah drone tersesat di jalur penerbangan Bandara Dubai, insiden tersebut sempat mengganggu beberapa penerbangan. Masih di tahun yang sama, Jepang juga memperketat aturan penggunaan drone setelah pesawat tak berawak yang membawa bahan radioaktif mendarat di atap rumah Perdana Menteri Jepang.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar