09 November 2016 | Reza - Redaksi | News

Pemerintah Buka Peluang Investasi di IIW 2016

FOTO : Dokumentasi Indonesia Infrastructure Week 2016
 
Indonesia Infrastructure Week kembali digelar. Tahun ini merupakan tahun ke-13 terselenggaranya event tersebut. Acara yang dihadiri puluhan ribu peserta ini berlangsung pada 9-11 November 2016 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
 
Acara dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Selain itu turut hadir juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono; Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudyantara; Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro; dan Ketua Kadin Rosan P Roeslani.
 
Di atas podium, Presiden Joko Widodo mengajak para pengusaha untuk ikut membangun infrastruktur pendukung demi menunjang pembangunan di daerah. "Orang-orang sering melupakan, hanya melihat yang besar-besar, padahal yang menengah dan yang kecil ini juga banyak peluang yang bisa dimasuki," ujar Jokowi, Rabu (9/11/2016).
Jokowi juga mengundang keterlibatan peran swasta dalam pembangunan infrastruktur di bidang transportasi. Dia pun menjamin bahwa pemerintah akan membuka peluang seluas-luasnya kepada semua pihak. "Sekarang saya buka semua. Silakan swasta yang mau masuk ke airport. Kalau dulu kan jalan tol. Sekarang airport silakan," janjinya.
Usai membuka IIW 2016, Presiden Jokowi meninjau booth pameran yang ada pada gelaran ini, didampingi oleh Basuki, Rudiantara, Rosan, dan Wakil Ketua Umum Kadin bidang konstruksi dan infrastruktur, Erwin Aksa.
 
 
FOTO : Dokumentasi Indonesia Infrastructure Week 2016
 
 
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyatakan kegiatan ini merupakan wadah bagi para pemain sektor konstruksi untuk bertemu dan mengeksplorasi sektor konstruksi Indonesia bagi para investor. Basuki juga mendorong para investor untuk tidak ragu berperan serta dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Kami fasilitasi hal yang ingin diketahui mengenai pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk beberapa list peluang investasi infrastructure project ke-PUPR-an termasuk jalan, jembatan, bendungan, irigasi, perumahan, limbah, persampahan, dan air minum, yang siap untuk dibangun oleh swasta, atau melalui skema Public Private Partnership.” ujar Basuki.
 
Dia menambahkan, Kementerian PUPR memiliki langkah-langkah strategis pendorong investasi infrastruktur, salah satunya menjadi pusat layanan investasi infrastruktur bidang PUPR. Melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi sebagai simpul KPBU, Kementerian PUPR memfasilitasi seluruh pemegang saham dalam penyelenggaraan KPBU sekaligus mempromosikan potensi investasi infrastruktur PUPR. Menurutnya, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi secara konstan terus mengembangkan pola-pola pembiayaan infrastruktur yang inovatif dan pola investasi yang menarik bagi sektor swasta. Karena itu, Basuki menegaskan bahwa sektor konstruksi Indonesia akan terus ditingkatkan agar meningkatkan daya saingnya untuk dapat berkiprah di pasar konstruksi internasional.
 
Pantauan Indo Security System, acara berlangsung sangat meriah dan ramai pengunjung. Menanggapi itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani merasa senang dengan besarnya minat investor dan pengunjung terhadap perhelatan Indonesia Infrastructure Week 2016. "Lebih dari 22 ribu orang sudah mendaftar secara online untuk hari ini," pungkasnya.
Sekadar catatan, IIW 2016 memberikan informasi lebih dalam dan detail mengenai progres pembangunan proyek strategis nasional infrastruktur, serta menyebarkan informasi mengenai peluang dan kesempatan berinvestasi infrastruktur di Indonesia.
 
Acara yang diikuti oleh 600 peserta pameran dari 37 negara ini memiliki tujuh rangkaian kegiatan antara lain Lomba Dan Sarasehan Pekerja Konstruksi 2016, Kompetisi Foto Konstruksi Indonesia 2016, Lomba Jurnalistik/Karya Tulis Media Cetak 2016, Penghargaan Karya Konstruksi, Penghargaan Kinerja Proyek Konstruksi 2016, Pameran Konstruksi Indonesia 2016, dan Seminar Konstruksi Indonesia 2016.


Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar