16 November 2016 | Reza - Redaksi | News

Smart City Kota Semarang Mengedepankan Transparansi Pelayanan

Foto : Ilustrasi Konsep Smart City

Selasa (15/11/2016) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyambangi Jakarta. Salah satu agendanya di Ibukota adalah menjadi narasumber dalam salah satu diskusi publik di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Hendi diminta memamparkan sejumlah contoh implementasi dari konsep Smart City yang diusung Kota Semarang.

Berbicara di depan peserta seminar yang terdiri dari Sekretaris Daerah Propinsi se Indonesia, Sekjen Kementerian dan NGO seperti ICW, TII, Pattiro juga kelompok perempuan anti korupsi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) dari beberapa propinsi di Indonesia, Hendi menegaskan bahwa konsep Smart City Kota Semarang mengusung nilai-nilai transparansi dalam pelayanan.

Salah satunya adalah sistem Informasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah(APBS)online dan Sistem Informasi Tempat Tidur Rumah Sakit. Dia menjelaskan dengan adanya sistem informasi APBS telah memudahkan masyarakat melihat rincian anggaran, dan turut membantu mewujudkan transparansi pelayanan. Ditegaskan Hendi, Konsep Smart City tidak ada gunanya untuk diterapkan, apabila tidak mampu memberikan perbaikan pelayanan Kota.

"Semua harus dipaparkan kepada publik. Demikian juga dengan sistem informasi tempat tidur rumah sakit, melalui sistem ini akan memudahkan masyarakat mengetahui ketersediaan tempat tidur di rumah sakit," ujarnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar