16 November 2016 | Reza - Redaksi | News

Konsep Gedung Pintar Diklaim Meningkatkan Kinerja

Foto : Ilustrasi Konsep Gedung Pintar

Perusahaan konsultan properti kenamaan Jones Lang LaSalle (JLL) menyebut penerapan konsep smart building atau gedung pintar pada leingkungan perkantoran bisa menjadi daya tarik bagi para karyawan. Bisa dikatakan bahwa konsep gedung pintar merupakan salah satu fasilitas penunjang aktivitas perkantoran.

Bangunan pintar dengan teknologi yang juga pintar membuka lebar peluang untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan responsif. Dan hal ini tentunya juga dapat mempengaruhi terhadap kepuasan dan produktivitas karyawan. Dengan begitu karyawan kian familiar dengan berbagai teknologi yang dianggap dapat membuat semua pekerjaan akan terselesaikan dengan cepat dan mudah. Terutama teknologi yang berkaitan dengan konektivitas.

“Sekarang, misalnya, di seluruh Asia, khususnya Tiongkok, klien kami menggunakan perangkat untuk memantau kualitas udara di dalam bangunan mereka untuk menyaring dan memurnikan udara. Perangkat pintar yang terhubung ke cloud untuk memungkinkan analisis waktu secara real time dan tindakan yang harus dilakukan, ” tutur Kepala Energi dan Pelayanan Berkelanjutan JLL Asia Utara, Matt Clifford.

Dia memprediksi, Kedepannya pemilik bangunan, penyewa, dan manajer tentunya akan menyadari keunggulan kompetitif yang dimiliki dari teknologi bangunan pintar. Karena, cenderung memiliki penggunaan energi dan operasional yang lebih rendah biaya dari bangunan dengan sistem lama. Hal ini tentunya dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dan meningkatkan nilai pasar.

“Perusahaan atau perkantoran saat ini dihadapkan dengan realita baru untuk menggabungkan teknologi smart building ke dalam strategi bisnis mereka. Sebab, teknologi dengan fitur mutakhir akan memenuhi kebutuhan kinerja mereka dan hal ini secara otomatis dapat memengaruhi prestasi kinerja mereka,” katanya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar