22 November 2016 | Reza - Redaksi | News

Facebook Gencar Promosi Meski Dronenya Disebut Bermasalah

FOTO : Aquila, Drone Bertenaga Surya Milik Facebook

Langkah Facebook untuk memasarkan drone Aquila terganjar masalah. Kendati demikian, COE Facebook Mark Zuckerberg tetap meyakini drone miliknya akan diterima baik oleh masyarakat dan mampu memberikan banyak manfaat.

Promosi tetap gencar dilakukan. Disela-sela pertemuan negara-negara anggota Asia-Pasific Economic Cooperation, Zuckerberg sempat bertemu dan menawarkan drone Aquila, yang diklaimnya mampu mengatasi permasalahan koneksi internet di Indonesia kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sekadar catatan, Aquila merupakan drone bertenaga surya yang bisa memancarkan sinyal internet hingga radius 96 kilometer dari lokasinya berada. Tenaga matahari yang diterima pada siang hari diklaim mampu menjaga drone berbobot 453 kilogram tersebut tetap terbang di malam hari.

Terkait tawaran Zuckerberg, JK berpandangan, pemerintah Indonesia bisa membantu memfasilitasi program yang akan dikembangkan oleh Facebook. Karena program yang dimiliki Facebook senada dengan roadmap E-commerce yang baru saja diluncurkan pemerintah Indonesia, yang juga mencakup rencana perbaikan infrastruktur komunikasi.

 “Kebetulan dalam pertemuan tadi Mark mencontohkan Indonesia (bisa terbantu) dalam koneksi internet dengan menggunakan drone … Salah satu (manfaat) online adalah tentang informasi pasar serta produk. Bagaimana bisa berbicara tentang hal tersebut tanpa koneksi internet?” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla 

Sementara itu, Kebanggaan Facebook saat menyelesaikan uji penuh pertama drone Internet Aquila miliknya pada 28 Juni lalu sedikit terganggu. Penyebabnya, pemerintah Amerika Serikat terlihat mulai menyelidiki kegagalan struktural yang terjadi dengan drone tersebut. 

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional  (NTSB) mengungkapkan bahwa mereka menyelidiki insiden tersebut, lantaran dinilai cukup substansial untuk diperlakukan sebagai kecelakaan.  Dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg sebagaimana dikutip Engadget, Selasa 22 November 2016, manajemen Facebook menegaskan bahwa perusahaan itu puas dengan uji terbang yang berhasil menguji aspek aerodinamis dasar hingga kontrol drone. "Tidak ada hasil yang tidak diharapkan," kata manajemen jejaring sosial itu. 

Meskipun kegagalan yang dialami drone Facebook kemungkinan tidak fatal,  keterlibatan NTSB dalam peristiwa tersebut menimbulkan kecurigaan dan spekulasi. Facebook diperkirakan akan kerepotan di tengah upayanya menawarkan akses Internet gratis. 



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar