20 Februari 2017 | Denny - Redaksi | News

AISKINDO Ingin Perkuat Industri Sistem Keamanan Indonesia

Jajaran Pengurus AISKINDO

Bandung menjadi kota ketiga setelah Jakarta dan Surabaya yang disambangi Asosiasi Industri Sistem Keamanan Indonesia (AISKINDO) untuk merangkul para pengusaha sistem keamanan bergabung ke dalam asosiasi. Rencananya, di kota ini nantinya akan dibuka Dewan Pimpinan Cabang.

Acara ramah tamah AISKINDO bersama komunitas sistem keamanan digelar di Hotel Holiday Inn, Jalan Pasteur, Jumat (17/2/2017), berlangsung meriah. Ketua Umum AISKINDO Stefanus Ronald Juanto mengatakan, kegiatan ramah tamah seperti ini akan dilakukan secara berkala, untuk menyosialisasikan keberadaan asosiasi sebagai wadah komunikasi di antara sesama pelaku industri sistem keamanan dan juga dengan pemerintah. Ronald menambahkan, hadirnya asosiasi merupakan imbas dari tren perkembangan positif industri.

Dia juga menegaskan, asosiasi hadir untuk memajukan industri sistem keamanan di tanah air. AISKINDO memandang untuk memajukan industri, ada dua hal yang harus diperhatikan, yang pertama kualitas produk/layanan Industri. Karena itu Ronald bersama para pengurus tengah melakukan pendataan para pelaku bisnis dalam skala nasional, agar dapat menjalin komunikasi. Tercatat, hingga akhir Desember 2016 sudah ada 300 pengusaha yang sudah bergabung ke AISKINDO.

Perhatian AISKINDO yang kedua berpusat pada ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Terkait hal ini, Ronald berpandangan bahwa para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah calon pelaku industri paling potensial. Untuk itu, AISKINDO berkomitmen untuk terus melakukan segala upaya untuk melibatkan SMK ke dalam industri sistem keamanan. “Kami berharap sistem keamanan bisa masuk dalam kurikulum pelajaran SMK, agar lulusan SMK bisa langsung terserap dalam industri,” jelasnya.

Senada dengan itu, Dewan Penasehat AISKINDO Darwin Lestari Tan menambahkan, tenaga ahli di bidang security system minim disebabkan Indonesia belum mengakui Security System sebagai bidang keilmuan. Kondisi itu berbeda dengan di Inggris dan Australia. “Di sana ada jurusan baru khusus security system di luar jurusan teknik sipil. Di Indonesia belum ada tenaga khusus di bidang ini yang siap pakai. Sekarang ini industri security system ini bertumbuh, tapi human resource belum banyak,” tuntasnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar