14 Maret 2017 | Reza - Redaksi | News
Fitur Spesial

Mengenal RAID Lebih Dalam

RAID (Redundant Array of Independent Disk)adalah sebuah teknologi penyimpanan yang menggunakan kombinasi beberapa hard drive menjadi satu kesatuan unit yang bertujuan meningkatkan performa data dan redundansinya. Bukan itu saja, RAID juga akan meningkatkan kapasitas penyimpanan menjadi lebih besar dan meningkatkan keamanan data yang tersimpan.

Pada tahun 1978, Norman Ken Ouchi dari International Business Machines (IBM) dianugerahi paten Amerika Serikat dengan nomor 4092732 untuk “System for Recovering Data Stored in Failed Memory Unit.” Klaim untuk paten ini menjelaskan mengenai apa yang kemudian dikenal sebagai RAID 5 dengan penulisan stripe secara penuh.

9 tahun setelah paten Norman Ken Ouchi, istilah “RAID” pertama kali didefinisikan oleh David A. Patterson, Garth A. Gibson, dan Randy Katz dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 1987. Mereka bertiga mempelajari kemungkinan penggunaan dua hard disk atau lebih agar terlihat sebagai sebuah perangkat tunggal oleh sistem yang menggunakannya, yang kemudian dipublikasikan dalam makalah berjudul “A Case for Redundant Arrays of Inexpensive Disks (RAID)” pada bulan Juni 1988 saat konferensi SIGMOD. Dalam perkembangannya, Raid Advisory Board mengubah kata “Inexpensive” menjadi “Independent” sehingga singkatannya sekarang menjadi Redundant Array of Independent Disk.

Metode penyimpanan RAID terdiri dari :

STRIPING

Striping adalah teknik pemisahan data ke dalam blok-blok tertentu. Cara penyimpanan ini dapat meningkatkan performa karena memungkinkan sekumpulan data dibaca dari beberapa hard disk secara bersamaan. Akan tetapi bila satu hard disk mengalami kegagalan, maka keseluruhan hard disk akan mengalami kegagalan.

Mirroring

Mirroring adalah teknik penyimpanan di mana isi hard disk pertama disalin ke hard disk kedua. Penempatan data seperti ini mempengaruhi toleransi kesalahan dan performa. Teknik mirroring dapat meningkatkan proses pembacaan data mengingat sistem yang menggunakannya mampu membaca data dari dua disk atau lebih. Tapi saat digunakan untuk menulis, kinerjanya akan lebih buruk karena data yang sama akan dituliskan pada beberapa hard disk yang tergabung di dalam susunan RAID.

Parity

Parity adalah teknik penyimpanan yang menggunakan metode striping dan cheksum. Parity data di RAID digunakan untuk memeriksa kesalahan pada hard disk dan mendapatkan redundansi data. Jika ada hard disk yang rusak, secara otomatis RAID akan melakukan rekonstruksi data pada hard disk yang baru. Metode ini pada umumnya akan menurunkan kinerja sistem karena data harus dibaca dari beberapa tempat dan harus dibandingkan dengan checksum yang ada. Seluruh tipe RAID yang ada didasarkan pada teknik striping, mirroring, dan parity di atas, atau kombinasinya.

Level RAID

Sejak pertama kali diperkenalkan, RAID terbagi ke dalam beberapa skema yang disebut dengan Level RAID. Setiap Level RAID memiliki karakteristiknya masing-masing dalam hal kapasitas, performa, dan toleransi kesalahan. Level-level RAID yang umum digunakan, antara lain:

RAID 0

RAID 0 (disebut juga stripe set atau striped volume) digunakan untuk mempercepat kinerja hard disk. Pada RAID 0, data akan disimpan terpisah secara merata ke dua hard disk atau lebih untuk meningkatkan kecepatan. Karena tidak memiliki data parity, umumnya RAID 0 hanya digunakan untuk meningkatkan performa baca/tulis saja, atau untuk memperbesar kapasitas penyimpanan tanpa mementingkan redundansi data. Misalnya 2 buah hard disk berkapasitas 1 TB dikonfigurasi dengan RAID 0, maka kapasitas penyimpanannya menjadi 2 TB.


RAID 1

RAID 1 pada dasarnya adalah metode mirroring yang digunakan untuk mendapatkan keamanan data (backup). Pada RAID 1, data di hard disk pertama disalin ke hard disk kedua. Apabila terjadi kerusakan di salah satu hard disk, maka data akan tetap aman karena sudah tersalin ke hard disk kedua. Jika hard disk yang rusak diganti, maka secara otomatis RAID 1 akan menyalin data ke hard disk yang baru. Tapi harus diingat bahwa kapasitas total pada RAID 1 hanya separuh dari total keseluruhan hard disk dalam susunan. Misalnya 2 buah hard disk berkapasitas 1 TB dikonfigurasi dengan RAID 1, maka kapasitas penyimpanan yang dapat digunakan hanya 1 TB

RAID 1+0

RAID 1+0 merupakan kombinasi skema RAID 1 (mirroring) dengan RAID 0 (striping), yang memungkinkan penggunaan skema RAID 0 dijalankan di atas RAID 1. Penggunaan skema RAID 1+0 ini dimaksudkan untuk memperoleh performa kecepatan baca/tulis yang dimiliki skema RAID 0 tapi dengan metode proteksi RAID 1.

Pada RAID 1+0, disk-disk disalin (mirror) secara berpasangan, dan hasil salinannya di-striping. Keuntungan RAID 1+0 adalah jika sebuah disk mengalami kerusakan, pasangan mirrornya masih dapat diakses.

RAID 5

RAID 5 disebut juga Disk Striping with Distributed Parity, cara kerjanya sama dengan RAID 0, yaitu menggunakan disk striping. Yang membedakan antara keduanya adalah parity, yang digunakan untuk pemeriksaan dan perbaikan kesalahan.

RAID 5 menggunakan metode block-level striping dengan data parity didistribusikan ke semua hard disk. Parity ini disebar di beberapa disk untuk menghindari pengurangan kinerja. Jika parity disimpan di satu hard disk saja, maka disebut RAID 3 (Disk Striping with Dedicated Parity). Dengan adanya parity, maka sistem RAID 5 akan tetap berfungsi jika salah satu hard disk dalam susunannya rusak.

RAID 5 hanya memiliki toleransi kerusakan di satu disk. Itu berarti, jika konfigurasinya terdiri dari 4 buah hard disk berkapasitas 1 TB, maka kapasitas penyimpanan yang bisa digunakan adalah 3 TB, karena 1 TB lainnya digunakan untuk toleransi kerusakan.

RAID 6

RAID 6 disebut juga Disk Striping with Dual Parity. Dilihat dari namanya, RAID 6 menggunakan cara kerja dan konsep yang sama dengan RAID 5 dari sisi penulisan data yang tersebar di beberapa hard disk. Yang membedakan adalah jumlah parity yang ditulis pada saat penulisan data. Jika RAID 5 menggunakan satu parity, maka RAID 6 menggunakan dua parity. Dengan menulis 2 parity, maka RAID 6 dapat mengakomodasi kerusakan hard disk maksimal di 2 unit pada saat bersamaan. Dengan penambahan ekstra parity block, maka redundansi data lebih bagus dibanding RAID 5.

 

 

Sumber : Majalah Indo Security System Vol.4 Edisi Februari - Maret 2017, Hal 39-41.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar