02 April 2017 | Denny - Redaksi | News

Bidang Perbankan Pilih Biometrik untuk Keamanan Transaksi Online

Ilustrasi

Sebuah riset baru-baru ini dilakukan oleh YouGov yang menanyakan solusi keamanan transaksi online seperti apa yang dibutuhkan bidang perbankan. Dari nilai 100 persen, hasilnya sebanyak 56 persen lebih memilih metode keamanan biometrik.

Perinciannya, 33 persen memilih identifikasi melalui sidik jari, 13 persen memilih pemindai iris mata, 7 persen di antaranya memilih pemindai wajah dan 3 persen menyetujui pengenal suara.

Sedangkan, hanya 19 persen yang memilih kata sandi tradisional dan 13 persen lainnya menyukai pertanyaan. Hal ini mengindikasikan bahwa orang kini lelah dengan mengingat kata sandi untuk transaksi online dan menginginkan kemudahan lewat teknologi biometrik.

Uniknya, riset ini juga menunjukkan bahwa nasabah bank belum bisa memanfaatkan teknologi keamanan biometrik. Sebanyak 64 persen responden tak tahu cara menggunakan pemindai sidik jari dan 68 persen juga kesulitan dalam memakai pemindai suara.

Head of ID & Fraud Equifax, John Marsden mengatakan, para nasabah sudah tak percaya dengan penggunaan kata sandi biasa karena maraknya peretasan akun bank. "Mereka kini lebih mengagungkan teknologi baru dan ingin memanfaatkan keunggulannya agar merasa lebih aman dan nyaman dalam mengakses data finansial mereka di bank," ujarnya.

John melanjutkan, penggunaan mobile banking adalah salah satu pilihan yang kini digemari konsumen. "Sudah seharusnya dunia perbankan dan pembiayaan juga harus melengkapi diri mereka dengan kebutuhan keamanan biometrik ini agar konsumennya tak direpotkan lagi dengan kata sandi atau PIN," tambahnya.

 



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar