05 April 2017 | Denny - Redaksi | News

Ini Cara Bandara Ahmad Yani Cegah Aksi Teror

Bandara Ahmad Yani

Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, memperketat pengawasan terhadap seluruh pengguna jasa transportasi pesawat. Semua calon penumpang yang masuk area bandara harus mengeluarkan barang elektronik dari tas dan bagasi saat menjalani pemeriksaan mesin x-ray.

"Pengamanan ketat terhadap barang-barang elektronik di dalam kabin pesawat harus segera kita laksanakan. Untuk mengantisipasi terjadinya aksi terorisme dengan menggunakan perangkat elektronik seperti laptop dan sejenisnya," ujar Humas Bandara Ahmad Yani, Hidya Putri R, Kamis (30/3/2017).

Hidya mengatakan, calon penumpang harus menghidupkan dan mengoperasikan perangkat elektronik apabila barang tersebut dicurigai petugas mengancancam keamanan. "Petugas aviation security berhak mengawasi dan melihat hasil pemeriksaan tersebut,” imbuhnya.

Lebih jauh lagi, pemeriksaan barang elektronik milik penumpang sudah sudah lama diberlakukan di negara maju dan berkembang seperti Kanada, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat. Namun di Indonesia masih banyak penumpang yang tidak mengeluarkan barang elektroniknya dari tas ketika diperiksa melalui x-ray.

Padahal aturannya sudah dimuat dalam Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara No. SKEP/ 2765/ XII/ 2010 pada poin tiga pasal 23 butir b yang menyebutkan bahwa laptop dan barang elektronik lainnya dengan ukuran yang sama dikeluarkan dari tas atau bagasi dan diperiksa melalui mesin x-ray



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar