27 April 2017 | Denny - Redaksi | News

Nokia Berharap Dilibatkan Dalam Penerapan Smart City di Indonesia

Ilustrasi Konsep Kota Pintar

Indonesia adalah salah satu negara yang menjadi incaran Nokia untuk menerapkan smart city. Namun produsen Finlandia ini masih menantikan inisiatif pemerintah Indonesia untuk mewujudkannya.

Danial Mausoof, Head of Marketing dan Corporate Affairs Nokia Asia Pasifik dan Jepang mengatakan,  untuk mewujudkan smart city di kota-kota yang ada di Indonesia bukanlah perkerjaan mudah. Penerapan smar city yang sesungguhnya tak sebatas menggunakan aplikasi tapi berkomitmen untuk sepenuhnya menjadikan teknologi informasi dan komunikasi serta infrastruktur Internet of Things (IoT) sebagai fondasi.

lebih jauh dia menjelaskan, intisari dari smart city adalah membuat semuanya terhubung. Tapi bukan hanya soal penggunaan aplikasi, melainkan di semua sisi kehidupan. Sebagai contoh, smart city bisa bikin Pemerintah Kota mengetahui tingkat polusi di seluruh wilayahnya lewat sensor-sensor yang bisa diakses kapanpun.

Selain itu, Pemerintah Kota juga bisa mengetahui ketinggian aliran sungai, sehingga bisa mengantisipasi terjadinya banjir. Atau pemerintah juga bisa mengetahui kepadatan lalu-lintas atau terjadinya kecelakaan melalui kamera CCTV yang tersebar di banyak tempat, agar bisa lebih cepat memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Sebagai bagian dari smart city, kualitas jaringan yang reliable pun di butuhkan. Oleh karenanya, selain teknologi itu sendiri, aturan pemerintah soal jaringan data untuk smart city juga jadi faktor yang tak kalah penting. Pemerintah diharapkan memiliki aturan yang bisa mendukung implementasi smart city.

"Di Indonesia kami menantikan kerjasama dengan pihak Pemerintah dan private sector untuk mewujudkan inisiatif smart city, dan memberdayakan warga melalui teknologi demi hidup yang lebih baik," ujarnya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar