25 Juni 2017 | Reza - Redaksi | News

Fitur Pengenalan Wajah Memudahkan Prosedur Penerbangan

Penerapaan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk mengamankan aktivitas penerbangan sipil, kian meluas di Amerika Serikat. Maskapai penerbangan terbesar kelima di Amerika Serikat, JetBlue telah memulai uji coba teknologi tersebut untuk proses self-boarding para penumpang.

Nantinya, para penumpang JetBlue diharuskan diambil foto wajahnya dengan kamera khusus. Gambar penumpang tersebut dikirim ke database Kantor Imigrasi Amerika Serikat, kemudian dicocokan dengan foto paspor dan visa. Apabila foto sesuai, maka penumpang tersebut akan diarahkan untuk menaiki pesawat.

Dalam menerapkan teknologi ini, JetBlue menggandeng SITA, perusahaan multinasional penyedia layanan IT dan Telekomunikasi bandara. Demi ketersediaan teknologi dan konektivitas dalam proses pengambilan gambar wajah penumpang, sekaligus mengintegrasikan data dengan pusat database Keimigrasian dan sistem kontrol keberangkatan JetBlue. Uji coba dilakukan JetBlue di bandara Logan, Boston.

Self-boarding akan menggantikan proses pemindaian boarding pass dan pemeriksaan paspor secara manual. Kami berharap melalui uji coba ini kami dapat belajar bagaimana mengurangi potensi gesekan di bandara,” jelas Wakil Presiden Eksekutif Jetblue untuk Pengalaman Pelanggan, Joanna Geraghty.

 Selain JetBlue, maskapai Delta Airlines juga turut menerapkan teknologi biometrik ke dalam prosedur bandara. Maskapai yang bermarkas di Atlanta ini, tengah melakukan uji coba terhadap layanan self-service bag yang menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk memverifikasi paspor penumpang.  Uji coba digelar di bandara Ronald Reagan Washington. “Dengan demikian, wajah anda akan menjadi satu-satu identitas yang anda perlukan untuk sejumlah transaksi sepanjang hari,” kata Kepala Operasional Delta, Gil West.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar