27 Juni 2017 | Reza - Redaksi | News

Dubai Manfaatkan Teknologi Blockchain dan Biometrik Untuk Pengamanan Bandara

Suasana Transit di Bandara Internasional Dubai

Sejak berdirinya Burj Khalifa bangunan tertinggi di dunia, dan pulau-pulau kelapa buatan telah membuat pendapatan Kota Dubai meningkat secara signifikan dalam sektor pariwisata. Karenanya, Departemen Imigrasi Dubai akan menerapkan sistem pengamanan perbatasan yang menggabungkan verifikasi biometrik dan teknologi blockchain.

Dan untuk mewujudkan itu, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menjalin kerja sama dengan ObjectTech, perusahaan penyedia solusi pengamanan identitas  asal Inggris. Paul Ferris, CEO sekaligus pendiri ObjectTech menyambut baik kerja sama ini sekaligus memuji langkah pemerintah Kota Dubai dalam berupaya menciptakan rasa aman bagi para wisatawan. “Dubai benar-benar berkomitmen untuk memperbaiki kehidupan warganya dan pengunjung melalui teknologi dan kami sangat bersemangat untuk menjadi bagian dari mewujudkannya.”

Mengenai sistem pengamanan bandara, Ferris menjelaskan bahwa sistem pengamanan perbatasan berbasis biometrik akan menghasilkan paspor digital yang berisikan data pemilik paspor, termasuk informasi biometrik seperti sidik jari, pemindaian iris dan pengenalan wajah.

Sedangkan teknologi blockchain berguna untuk memastikan bahwa informasi yang tersimpan pada paspor digital hanya dapat dilihat oleh pemiliknya saja. Lebih jauh dia menambahkan, dengan menerapkan kombinasi kedua teknologi tersebut, penumpang tidak perlu lagi berhenti di loket imigrasi untuk pengecekan paspor. Karena sistem bisa mengenali penumpang dalam waktu singkat, walaupun penumpang tersebut dalam keadaan bergerak.

“Tidak hanya akan membuat perjalanan internasional lebih cepat dan lebih aman, tapi juga memberikan kontrol data personal digital para penumpang. Ini adalah solusi keamanan identitas yang seusai dengan era digital.”



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar