14 Agustus 2017 | Reza - Redaksi | News

Siemens Dukung Perbaikan Kualitas Lulusan SMK

Siemens Indonesia menaruh perhatian khusus tentang  wacana Presiden Joko Widodo yang menginginkan peningkatan kualitas tenaga kerja lewat pendidikan vokasi atau kejuruan. Program sekolah kejuruan yang saat ini coba diterapkan di Indonesia mengadopsi konsep pendidikan vokasi di Jerman.

Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia Josef Winter  menjelaskan salah satu kemapanan Jerman dalam mengelola pendidikan vokasi karena proses magang benar-benar diterapkan, dengan persentase praktik sampai 70% dan sisanya teori di kelas.

Selain itu, di Jerman kurikulum pendidikan vokasi dibuat oleh industri, sehingga lulusan dari sekolah kejuruan bisa langsung terserap industri karena sesuai kebutuhannya. Selain itu, praktik magang di perusahaan juga benar-benar diterapkan.

Dia mengaku Siemens dengan tangan terbuka sangan ingin berpartisipasi dalam hal ini, dan sudah menyampaikan sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Siemens memiliki pabrik di Pulo Mas dan Cilegon yang sudah berstandar internasional. Kami siap memberikan pendidikan yang spesialisasi tidak sekadar memberikan tugas-tugas remeh kepada para anak-anak SMK yang magang bersama kami. Kami ingin memberikan keahlian khusus untuk mengubah stigma pekerja pabrik itu tidak sejahtera,” ujarnya saat menggelar Media Gathering di kawasan Senayan baru-baru ini.

Seperti diketahui belum lama ini Presiden Jokowi mengungkapkan, perlu adanya perubahan radikal dalam proses pembelajaran di sekolah vokasi tersebut. Selama ini banyak lulusan SMK yang menganggur karena lantaran kurikulum yang dirancang tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

“Padahal yang dibutuhkan di SMK adalah guru-guru yang memiliki skill. Keterampilan membimbing anak didiknya misalnya masalah merakit mesin, komponen otomotif, membuat jendela, pintu yang dibutuhkan seperti itu. Itu yang saya lihat di Jerman dan Korsel. Mereka bisa maju karena vocational training dan vocational school," jelas Jokowi.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar