16 Agustus 2017 | Denny - Redaksi | News

Suprema BioSign 2.0 Dipakai untuk Fingerprint Smartphone Samsung

Suprema BioSign 2.0

Perangkat lunak autentikasi sidik jadi untuk perangkat mobile, Suprema BioSign 2.0 akan dipakai oleh smartphone Samsung Galaxy J5 2017 dan Galaxy A7 terbaru. Suprema menggandeng Egis Technology untuk mengaplikasikan solusi biometrik tersebut ke dalam dua model smartphone Samsung tadi.

Suprema merilis BioSign 2.0 saat berlangsungnya Mobile World Congress, Februari lalu di Barcelona, Spanyol. BioSign 2.0 sudah dibekali teknologi kepintaran buatan/artificial intelligence (AI) dan bisa mendukung sensor fingerprint mini serta performa autentikasi maksimal dengan segala kondisi. Selain itu, BioSign 2.0 juga dapat digabungkan dengan sensor dengan beragam bentuk dan ukuran.

Oleh karena sifat fleksibelnya yang berdampak penghematan biaya, BioSign 2.0 dianggap sebagai solusi yang tepat untuk disematkan ke smartphone menengah ke bawah. Waktu autentikasi BioSign juga dapat diraih dengan 50ms saat dipadukan dengan smartphone berprosesor canggih dan 100ms saat beroperasi dengan prosesor menengah.

Pengguna smartphone saat ini kerap mengurangi pemakaian autentikasi fingerprint karena kinerjanya makin menurun seiring waktu. Namun algoritma self-learning BioSign 2.0 dapat menjaga akurasi karena seringnya pemakaian. Proses autentikasi BioSign 2.0 dapat dilakukan dengan luas permukaan fingerprint sekira 2mm x 2mm.

"Seperti halnya kamera, fingerprint adalah fitur penting di dalam smartphone, tak hanya yang premium namun juga menengah ke bawah. BioSighn 2.0 adalah solusi ekonomis dan efisien bagi smartphone menengah. Kami memulainya dengan Samsung Galaxy J5 2017 dan Galaxy A7 dan berharap akan menerapkan teknologi ini di tipe smartphone lainnya," ujar CEO Suprema, Brian Song.  



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar