16 Agustus 2017 | Reza - Redaksi | News

Rentan Keamanan, Militer AS Blokir Produk DJI

Beberapa waktu belakangan publik dikejutkan dengan keputusan militer Amerika Serikat (US Army) yang menghentikan menggunakan produk DJI. Pasalnya, perangkat nirawak itu dianggap rentan disusupi hacker, berpotensi menjadi objek dimata-matai. Perintah penghentian penggunaan drone DJI telah dikeluarkan di dalam kalangan militer, melalui surat memo dikatakan bahwa keputusan ini diambil karena pertimbangan faktor keamanan.

Pihak DJI sendiri mengaku terkejut dengan keputusan ini. Militer AS dinilai terlalu terburu-buru mengambil keputusan tanpa pembahasan terlebih dahulu bersama pihak DJI. Menanggapi kejadian ini, peneliti drone asal Universitas Gunadarma, Akbar Marwan memandang langkah yang diambil oleh pihak militer AS sudah tepat.

Menurutnya, kurun waktu dua tahun belakangan ini keamanan perangkat lunak DJI sudah sering menjadi bahan perbincangan.Akbar menilai perangkat lunak DJI tidak hanya rentan tapi juga dicurigai memata-matai aktivitas penggunanya. "Bahkan, ada sebuah laporan yang sangat rinci mengenai data yang diambil oleh DJI," katanya.

Kemungkinan besar, hal tersebut melatar belakangi lahirnya larangan yang meluas ke setiap produk yang saat ini dibuat oleh DJI, baik dari sisi elektronik, perangkat lunak, pengendali penerbangan, dan sistem kontrol kecepatan, pada US Army.

Akbar menerangkan, jika seorang pilot menggunakan aplikasi DJI GO 4 dan mengunggah catatan penerbangan ke server DJI, dengan menggunakan setting default di aplikasi, ada banyak detail parameter yang terkait dengan misi drone tersebut.Misalnya, seperti telemetri, yakni kondisi ketika pesawat tak berawak itu diterbangkan, termasuk koordinat GPS, ketinggian, kecepatan dan rincian kinerja pesawat lainnya.

Kemudian video. Jika video direkam, versi video thumbnail juga disediakan untuk DJI yang menunjukkan rekamannya. Terakhir audio. Saat menggunakan ponsel atau tablet, rekaman mikrofon untuk semua percakapan dan suara juga disertakan dengan file cache video. Jika sensor memiliki mikrofon, drone juga berbagi audio. Data-data seperti ini ditegaskan Akbar harus terjaga kerahasiaannya.



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar