19 Agustus 2017 | Denny - Redaksi | News

Sempat Diblokir Militer AS, Drone DJI Kini Dibekali Fitur Offline

DJI Phantom

Pemblokiran yang dilakukan militer Amerika Serikat (US Army) terhadap produk pesawat nirawaknya (drone), membuat DJI selaku produsen melakukan peningkatan fitur. Pabrikan yang sukses memasarkan seri drone Phantom tersebut menambah opsi “offline” di drone-nya. Kini fitur tersebut bisa membuat drone mengudara tanpa koneksi internet.

Aplikasi DJI yang dipakai sebagai pengendali drone memang secara rutin menghubungi server DJI untuk memeriksa update software, peta dan lainnya. Setelah aplikasi diupdate, pengguna bisa bisa melakukan backup flight log (rute penerbangan) serta foto dan video ke server DJI. Namun, fungsi online itu sebenarnya tidak dibutuhkan saat terbang biasa, sehingga kinerja drone relatif tidak terpengaruh.

Saat mode offline diaktifkan, maka aplikasi DJI tidak akan memperbarui peta atau memberitahu pengguna soal pengumuman penting seperti update software dan larangan terbang. DJI menyebut hal ini akan meningkatkan keamanan untuk “kegiatan-kegiatan sensitif” yang memakai drone.

“Kami membuat mode data lokal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan enterprise, termasuk organisasi publik dan privat, yang menggunakan teknologi DJI untuk kegiatan sensitif di seluruh dunia," jelas Vice President Police and Legal Affairs DJI, Brendan Schulman.

“Kegiatan sensitif” dimaksud misalnya proses pendataan atau survei yang melibatkan infrastruktur penting, rahasia dagang, fungsi pemerintah, dan lain-lain. Fitur mode offline rencananya akan mulai disalurkan ke para pengguna produk DJI dalam beberapa minggu ke depan lewat pembaruan aplikasi mobile DJI.

Meski datangnya beredekatan dengan pengumuman militer AS soal penghentian pemakaian produk-produk DJI, namun DJI mengklaim bahwa fitur offline sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak beberapa bulan belakangan, dan tidak terkait dengan pengumuman tersebut.
 



Share :
Laporkan Artikel

Komentar


Kirim Komentar